Diancam Trump, Meksiko Kirim 6.000 Tentara Tangkal Migran ke Guatemala

Kompas.com - 07/06/2019, 11:40 WIB
Para migran berlari menyelamatkan diri dari gas air mata yang ditembakkan polisi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko Minggu (25/11/2018). via Sky NewsPara migran berlari menyelamatkan diri dari gas air mata yang ditembakkan polisi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko Minggu (25/11/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Meksiko menyatakan telah mengirim 6.000 tentara ke perbatasan Guatemala dalam rangka menangkal gelombang migran Amerika Tengah.

Keputusan itu diambil di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal menaikkan tarif terhadap barang-barang impor Meksiko.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard dikutip BBC Kamis (6/6/2019) berada di Washington untuk mencegah AS menaikkan tarif jika mereka gagal menangkal migran ilegal.

Baca juga: Ada Ancaman Tarif Impor jika Meksiko Tidak Menuruti Trump


Terdapat perundingan yang di antaranya soal kesepakatan isu prosedur pengurusan permohonan suaka politik maupun bantuan finansial bagi negara sumber migran.

"Kami masih mengusahakan siang ini karena belum kesepakatan yang dibuat. Kami masih mempunyai jadwal besok pagi (7/6/2019), dan terus memperjuangkannya," tegas Ebrard.

Setelah negosiasi terakhir, Ebrard menyatakan dia adalah "orang yang optimis" setelah menjelaskan kepada AS mereka sudah menyiagakan ribuan tentara ke Guatemala.

Pada pekan lalu, Trump melontarkan ancaman bakal menaikkan pajak lima persen setiap bulan hingga paling tinggi 25 persen jika Meksiko gagal membendung migran ilegal.

Trump mengumumkan rencana itu pada pekan lalu melalui kicauan di Twitter, dan membuat baik sekutunya di Partai Republik maupun pelaku pasar terkejut.

"Mereka harus mengambil kesempatan ini dan bertindak. Mungkin mereka bakal melakukannya," ujar Trump di sela menghadiri peringatan 75 tahun pendaratan Sekutu di Normandia di Perancis.

"Kami sudah memberitahukannya kepada pihak Meksiko mengenai rencana itu dan saya sungguh-sungguh dengan ucapan saya," tambah presiden 72 tahun itu.

Kepala Komunikasi Gedung Putih Mercedes Schlapp kepada Fox News seperti dikutip AFP mengatakan dari apa yang dilihatnya, upaya yang dilakukan Meksiko masih belum cukup.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X