Bagaimana Bangsa Jerman dan Rusia Memandang D-Day?

Kompas.com - 07/06/2019, 09:13 WIB
Pasukan AS keluar dari sebuah kapal pendarat yang mengantarkan mereka ke Pantai Normandia pada 6 Juni 1944. Operasi militer bertajuk Operasi Overlord itu dianggap salah satu operasi militer paling menentukan dalam Perang Dunia II. AP PhotoPasukan AS keluar dari sebuah kapal pendarat yang mengantarkan mereka ke Pantai Normandia pada 6 Juni 1944. Operasi militer bertajuk Operasi Overlord itu dianggap salah satu operasi militer paling menentukan dalam Perang Dunia II.
|

KOMPAS.com - Pendaratan Normandia atau dikenal dalam sejarah sebagai D-Day hingga saat ini dianggap sebagai salah satu operasi militer yang paling menentukan untuk mengakhiri Perang Dunia II.

Namun, itu adalah pendapat para pemenang perang, dalam hal ini Sekutu yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan aliansinya.

Bagaimana peran D-Day di mata bangsa Jerman yang menjadi pihak yang kalah? Atau pandangan Rusia yang sama-sama memerangi Jerman tetapi "tak beraliansi" dengan Sekutu?

Kanselir Jerman Angela Merkel sudah beberapa kali mengikuti peringatan D-Day di pantai Normandia.

Baca juga: Kisah di Balik D-Day (Bagian I): Bencana Jelang Pendaratan Normandia

Hal serupa tak dilakukan para pendahulunya karena kehadiran dalam peringatan kemenangan Sekutu itu kerap dianggap kontroversial di Jerman.

Helmut Kohl, kanselir Jerman yang memerintah pada 1982-1998 menolak undangan peringatan D-Day pada 1984 dan 1994.

"Bagi seorang kanselir Jerman, tak ada alasan untuk merayakan kemenangan negara lain dalam pertempuran di mana ribuan warga Jerman tewas mengenaskan," ujar Kohl saat itu.

Gerhard Schroder menjadi kanselir Jerman pertama yang menghadiri peringatan D-Day pada 2004.

Saat itu, Schroder menyebut D-Day bukan kemenangan Sekutu atas Jerman tetapi justru kemenangan bagi bangsa Jerman.

D-Day, menurut Schroder, mengakhiri Perang Dunia II sekaligus menghancurkan Reich Ketiga yang dibangun Adolf Hitler.

Schroder bahkan tidak meletakkan karangan bungan di makam prajurit Jerman di La Cambe demi menghindari anggapan menghormati prajurit SS yang dimakamnkan di tempat itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X