Kompas.com - 23/05/2019, 17:02 WIB


SEGAMAT, KOMPAS.comSegamat, sebuah kota di negara bagian Johor, Malaysia, kini menjadi buah bibir masyarakat di bulan suci Ramadhan.

Presiden Dewan Kota Segamat Mohd Masni Wakiman mengagetkan warga kota itu terutama bagi pemeluk agama Islam.

Melansir dari The New Straits Times, Kamis (23/5/2019), dia meminta petugas khusus untuk secara diam-diam mengambil foto umat Islam yang tidak menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Bekerja sama dengan Departemen Urusan Islam Segamat, Dewan Kota Segamat mengerahkan 32 petugas penegak hukum untuk menyamar sebagai koki dan pelayan. 

Mereka disebar di 185 kedai kopi, rumah makan, dan restoran yang berada di bawah naungan Dewan Kota. Kemudian, petugas memotret warga yang tidak puasa.

“Kita secara khusus memilih petugas yang berkulit agak gelap untuk menjalankan misi rahasia ini," katanya.

"Mereka terlihat sangat meyakinkan ketika berbicara dalam Bahasa Indonesia ataupun aksen Pakistan. Pembeli makanan tidak akan curiga sedikitpun serta yakin mereka benar-benar dipekerjakan sebagai koki dan pelayan," ujar Masni.

Bahkan Masni menyebut dua di antara 32 petugas itu mahir memasak seperti menyajikan roti canai, teh, dan mee goreng mamak.

Ketika makanan disajikan, petugas yang berada di lokasi akan langsung diam-diam mengambil foto dari warga yang sedang menikmati makanannya.

Adapun foto tersebut akan dikirimkan ke Dewan Urusan Islam Segamat, yang selanjutnya akan mengambil tindakan untuk memproses pelanggar ibadah puasa itu.

Menurut pasal 15 Hukum Syariah Negara Bagian Johor, siapapun yang terbukti menjual makanan kepada umat Islam yang sedang berpuasa atau Muslim yang sengaja tidak berpuasa terancam hukuman denda maksimal .1000 Ringgit (sekitar Rp 3.5 juta) atau hukuman penjara maksimal 6 bulan, atau dikenakan baik denda dan hukuman penjara untuk pelanggar pertama kali.

Ketika ditanya lebih jauh mengapa Dewan Kota harus sampai turun tangan dalam hal ini, Masni menjawab Dewan Kota tidak mau terlihat hanya diam dan tidak melakukan apa-apa ketika melihat umat Islam berseliweran untuk makan di tempat terbuka selama Ramadhan.

“Bukan hanya mengenai pelaku tidak respek terhadap agamanya sendiri, perbuatan ini juga mempermalukan Dewan Kota yang menaungi 185 tempat makan itu," ujarnya.

Sementara itu, Khadi kota Segamat Baharin Jalal menyambut hangat inisiatif ini.

Baca juga: Ayah Raja Malaysia Wafat pada Usia 88 Tahun

“Saya menganjurkan agar pengusaha rumah makan tidak melayani Muslim di bulan Ramadhan. Perbuatan sebagian kecil umat Islam ini sungguh memalukan dan memberikan impresi yang buruk mengenai agama Islam di mata pemeluk agama lain," tuturnya.

Namun netizen tidak menyambut baik inisiatif ini seperti dilaporkan. Ada yang berkomentar, Dewan Kota Segamat membuang-buang sumber daya yang tersedia.

“Kita tidak membayar pajak kota agar mereka melakukan ini, mengapa mereka harus menduplikat pekerjaan otoritas atau departemen lain.” komentar salah satu netizen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.