Kompas.com - 21/05/2019, 14:06 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com - Satu bulan lalu, tepatnya pada 21 April 2019, umat Kristen di Sri Lanka berbondong-bondong pergi ke gereja untuk mengikuti perayaan misa Paskah.

Namun, tak ada yang pernah menyangka suka cita itu berubah seketika menjadi duka mendalam.

Bom meledak, memisahkan anggota keluarga dengan kematian mendadak. Dentuman suara bom juga terdengar di hotel yang banyak dikunjungi para turis.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Bersumpah Hapuskan Ancaman Teror di Negaranya

Total ada tiga gereja, dengan dua di antaranya berada di luar ibu kota dan tiga hotel mewah di Kolombo juga diserang sejumlah bom bunuh diri, yang diklaim oleh ISIS.

Kini pada Senin (21/5/2019), ratusan umat Katolik berdoa di luar Gereja St Anthony, Kolombo, yang rusak dihantam bom.

Doa mereka mengiringi satu bulan pascainsiden teror bom Paskah yang membunuh 258 orang dan melukai lebih dari 500 orang.

Lilin-lilin dinyalakan dan umat tak goyah berdoa meski gereja yang dibangun pada 1740 itu sedang dalam perbaikan akibat serangan bom.

Diwartakan kantor berita AFP, tentara dan polisi masih terlihat mengerahkan pengamanan ketat di seluruh negara pada hari ini, yang juga bertepatan dengan pembukaan kembali sebagian sekolah Katolik setelah liburan Paskah yang diperpanjang.

Sementara lebih dari 10.000 sekolah negeri telah dibuka pada awal bulan ini, namun kehadiran murid masih rendah.

Sekolah Katolik kembali beroperasi setelah Panglima Militer Mahesh Senanayake menyatakan pasukan keamanan akan menjamin para pelajar tidak akan menjadi target kelompok ekstremis.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.