Pascakerusuhan Anti-Muslim, Situasi di Sri Lanka Mulai Terkendali

Kompas.com - 15/05/2019, 21:11 WIB
Aparat keamanan berjaga di dekat bangunan toko yang rusak akibat serangan yang dilakukan sebuah kelompok massa di Minuwangoda, Sri Lanka, Selasa (14/5/2019). Satu orang dilaporkan tewas dalam aksi kerusuhan anti-Muslim di Sri Lanka pada Senin, 13 Mei lalu, hingga diberlakukannya jam malam secara nasional.AFP/LAKRUWAN WANNIARACHCHI Aparat keamanan berjaga di dekat bangunan toko yang rusak akibat serangan yang dilakukan sebuah kelompok massa di Minuwangoda, Sri Lanka, Selasa (14/5/2019). Satu orang dilaporkan tewas dalam aksi kerusuhan anti-Muslim di Sri Lanka pada Senin, 13 Mei lalu, hingga diberlakukannya jam malam secara nasional.

COLOMBO, KOMPAS.com - Otoritas Sri Lanka, Rabu (15/5/2019), mengumumkan jika situasi di sejumlah wilayah di negara itu, pascaterjadinya kerusuhan anti-Muslim, telah mulai terkendali.

Sejumlah masjid, toko-toko, dan tempat bisnis warga Muslim di beberapa distrik menjadi sasaran pengrusakan oleh massa, yang disebut sebagai balasan atas serangan bom Minggu Paskah bulan lalu.

Aksi kerusuhan pun memicu diberlakukannya jam malam secara nasional, khususnya di Provinsi Barat Laut, di mana seorang warga dilaporkan tewas setelah terluka akibat dikeroyok massa.

"Situasinya saat ini sudah benar-benar terkendali. Tidak ada insiden kekerasan yang terjadi selama semalam dan kami telah menangkap sekelompok orang yang bertanggung jawab karena telah ambil bagian dalam aksi kerusuhan," ujar juru bicara militer Sri Lanka, Sumith Atapattu.


Baca juga: Kerusuhan Anti-Muslim di Sri Lanka, Satu Orang Tewas

Ditambahkan juru bicara kepolisian, Ruwan Gunasekera, sebanyak lebih dari 80 orang telah ditahan hinga Selasa (14/5/2019) malam, berkenaan dengan aksi kerusuhan anti-Muslim.

Sumber resmi mengatakan, pihak kepolisian telah mengerahkan tim khusus untuk memeriksa rekaman CCTV dan mengidentifikasi pelaku kerusuhan yang menjadi dasar penangkapan.

Lebih banyak petugas kepolisian dan tentara yang dikerahkan di daerah yang sempat dilanda kerusuhan, setelah pihak berwenang mencabut aturan jam malam nasional pada Rabu (15/5/2019) pagi.

Kendati demikian, warga muslim di Provinsi Barat Laut yang masih diliputi kegelisahan dan ketakutan lebih memilih untuk bertahan di dalam rumah, terlebih setelah seorang warga Muslim terbunuh.

Warga yang ditahan di bawah undang-undang darurat dapat diancam dengan hukuman penjara hingga 10 tahun, kata juru bicara kepolisian Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka telah memberlakukan status darurat setelah serangan bom di tiga gereja dan tiga hotel pada Minggu Paskah, 21 April lalu, yang menewaskan hingga 238 orang.

Pemberlakuan status darurat memberi kekuatan lebih besar pada aparat keamanan untuk mengambil tindakan terhadap para tersangka.

Para pelaku terkait serangan dilaporkan telah ditangkap oleh pihak berwajib atau terbunuh.

Baca juga: Cegah Kerusuhan Anti-Muslim, Sri Lanka Blokir Facebook dan WhatsApp

Sementara Selasa (14/5/2019), penyedia layanan internet memperluas pemblokiran media sosial untuk Twitter, setelah sebelumnya diberlakukan terhadap Facebook, WhatsApp, YouTube, dan Instagram.

Pemblokiran dilakukan untuk mencegah penyebaran informasi salah dan provokasi melakukan aksi kekerasan lanjutan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X