Perempuan Korea Utara Dijual Sebagai Budak Seks di China

Kompas.com - 21/05/2019, 12:42 WIB
Ilustrasi perdagangan manusia HANDININGIlustrasi perdagangan manusia
|

BEIJING, KOMPAS.com - Ribuan perempuan asal Korea Utara dipaksa menjadi pekerja seks di China. Demikian hasil laporan sebuah organisasi HAM yang berbasis di London, Inggris.

Mereka diculik dan dijual sebagai PSK atau dipaksa menikahi pria China. Demikian laporan Inisiatif Masa Depan Korea.

Organisasi ini mengatakan, nilai perdagangan perempuan ini menghasilkan setidaknya 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun per tahun untuk berbagai kelompok kejahatan.

Baca juga: Seoul Siap Beri Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara Senilai Rp 115 Miliar

Para perempuan itu tak bisa berbuat apa-apa karena pilihan lain adalah dipulangkan ke Korea Utara di mana mereka terancam mendapat siksaan.

"Korban dijual sebagai PSK dengan paling murah dengan harga 30 yuan (Rp 62.000) dan 1.000 yuan (Rp 2 juta) jika di jual sebagai istri," kata penulis laporan, Yoon He-soon.

"Mereka juga dijual ke situs-situs sex untuk diekploitasi oleh para penonton di seluruh dunia secara online," tambah Yoon.

Para perempuan yang berusia antara 12-29 tahun ini diculik dan dijual di China atau diperdagangkan langsung dari Korea Utara.

Banyak di antara mereka pernah dijual lebih dari satu kali dan dipaksa menjalani lebih dari satu bentuk perbudakan seks dalam kurun waktu setahun setelah mereka meninggalkan Korea Utara.

Sebagian besar dari mereka dipekerjakan di rumah-rumah bordil di wilayah timur laut China tempat banyak pekerja migran berdiam.

Para perempuan itu juga dipaksa bekerja di industri seks siber untuk melakukan aksi seksual dan kerap mengalami serangan seksual di depan kamera.

Para pelanggan situs-situs semacam ini sebagian besar diyakini berasal dari Korea Selatan.

Perempuan yang dipaksa menikah biasanya dijual di kawasan pedesaan dengan harga mulail 1.000 yuan hingga 50.000 yuan atau sekitar Rp 104 juta.

Setelah dinikahi, para perempuan ini biasanya kerap menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan suaminya.

Organisasi HAM ini mengumpulkan informasi dari sejumlah korban di China dan para penyintas yang hidup di Korea Selatan.

Salah satu korban, hanya disebut bernama Nona Pyon asal kota Chongjin, Korea Utara, membeberkan kisahnya.

Saya dijual ke sebuah rumah bordil dengan enam perempuan lain asal Korea Utara di sebuah hotel. Kami tak diberi cukup makan dan diperlakukan amat buruk," kata Pyon.

Setelah delapan bulan, lanjut Pyon, separuh dari mereka dijual kembali.

"Saat tiba (di rumah bordil baru) sekujur tubuh saja lebam. Si makelar dipukuli dan ditusuk oleh anggota  geng," ujar Pyon.

Korban lain, Kim menuturkan, banyak pria asal Korea Selatan ada di kota Dalian, China.

Baca juga: Korea Utara Dilanda Kekeringan Terburuk dalam 37 Tahun Terakhir

"Kami menyelipkan kartu iklan di bawah pintu hotel mereka. Kartu itu berisi iklan layanan kami dalam bahasa Korea. Lalu kami dibawa ke bar (oleh mucikari)," papar Kim.

"Perusahaan Korea Selatan menginginkan PSK asal Korea Utara untuk para eksekutifnya. Lewat pelacuran saya untuk perrtama kali bertemu seorang pria asal Korea Selatan," tambah Kim.

 



Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X