Sebanyak 39 Warga Malaysia yang Ditahan di Suriah Ingin Kembali Pulang

Kompas.com - 19/05/2019, 21:28 WIB
Para perempuan yang dikabarkana dalah para istri anggota ISIS berjalan di bawah pengawasan anggota perempuan Tentara Demokratik Suriah (SDF) di kamp al-Hol, provons Hasakeh, Suriah. AFP/BULENT KILICPara perempuan yang dikabarkana dalah para istri anggota ISIS berjalan di bawah pengawasan anggota perempuan Tentara Demokratik Suriah (SDF) di kamp al-Hol, provons Hasakeh, Suriah.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kepolisian Malaysia menyatakan, terdapat 65 warganya yang masih ditahan di Suriah karena diduga terlibat dalam kegiatan terorisme.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Divisi Kontra Terorisme Cabang Khusus Bukit Aman Wakil Komisaris Ayob Khan Myidin Pitchay kepada awak media saat acara buka puasa.

Baca juga: 9 Terduga Teroris JAD yang Ditangkap, Pernah ke Suriah hingga Disebut Militan

Dilansir Bernama via New Straits Times Minggu (19/5/2019), sebanyak 39 di antaranya sudah menghubungi polisi dan meminta supaya bisa pulang ke Malaysia.

Menurut Ayob, 39 orang yang meminta dipulangkan antara lain 10 pria dewasa, 11 perempuan, 12 anak-anak, serta enam gadis. Kebanyakan dari mereka ditahan di kamp pengugsi al-Hawl.

"Sementara untuk yang pria, sembilan di antaranya ditangkap dan dibswa ke Penjara al-Hasakah. Adapun sisanya berada di Idlib," terang Ayob kembali. dikutip The Star.

Dia menjelaskan proses untuk membawa mereka pulang bakal membutuhkan kerja sama dari banyak pihak di mana mereka bakal dikumpulkan dalam satu tempat.

Namun setelah dipulangkan ke Malaysia, Ayob menegaskan mereka tidak akan langsung dikembalikan ke wilayah masing-masing. Melainkan menjalani pemeriksaan.

Dia menuturkan nantinya yang pria bakal kembali ditahan untuk menjalani pemeriksaan. Sementara untuk yang perempuan polisi bakal mempertimbangkan kasusnya.

Ayob berujar, yang perempuan tentu mengikuti suaminya pergi ke Suriah. Mereka bakal menjalani konseling dan pendampingan bersama psikolog serta ustaz.

"Mereka akan menyediakan nasihat, konseling, dan mengevaluasi para perempuan itu supaya mereka tidak terjerumus lagi di terorisme," papar Ayob.

Acara buka puasa yang berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) itu dihadiri oleh 122 mantan militan dan tahanan beserta keluarga mereka yang telah kembali ke masyarakat.

"Acara makan malam ini juga merupakan bagian dari upaya kami mempertahankan hubungan dengan mantan tahanan. Kami bersama sejak mereka dipenjara hingga bebas," terang dia.

Baca juga: Pengadilan Mesir Jatuhkan Hukuman Mati kepada 13 Anggota Kelompok Militan Islam

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X