Kompas.com - 07/05/2019, 22:13 WIB
Ilustrasi pengadilan. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengadilan.

KAIRO, KOMPAS.com - Pengadilan Mesir, pada Selasa (7/5/2019), menjatuhkan hukuman mati terhadap 13 terdakwa anggota militan Islam, yang dinyatakan bersalah atas serangan mematikan terhadap pasukan keamanan.

Para terdakwa tersebut diyakini telah membentuk kelompok militan dengan nama Ajnad Misr atau Tentara Mesir, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap pasukan keamanan di Kairo dan sekitarnya pada 2013 hingga 2015.

Pengadilan kasasi Mesir sebelumnya telah menolak banding terhadap putusan awal yang disahkan oleh pengadilan pidana Giza pada Desember 2017.

"Terdakwa dinyatakan bersalah telah membuat dan memiliki bahan peledak, bom dan senjata api, serta menerima pelatihan di luar negeri."

"Mereka juga dinyatakan bersalah atas tindakan teroris terhadap pasukan polisi dan fasilitas umum sejak akhir 2013 hingga Mei 2015," bunyi putusan pengadilan, dikutip AFP.

Baca juga: Pengadilan Mesir Masukkan 145 Orang ke Dalam Daftar Terorisme

Selain 13 terdakwa yang dijatuhi hukuman mati, sebanyak 17 terdakwa lainnya telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, serta sembilan terdakwa dihukum penjara lima hingga 15 tahun. Lima terdakwa dibebaskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok Ajnad Misr telah mengklai bertanggung jawab atas beberapa serangan mematikan terhadap pasukan keamanan dan pemboman di luar gedung-gedung utama pemerintahan, termasuk gedung pengadilan tertinggi dan kantor kabinet.

Pada 2015, pemimpin kelompok tersebut, Hammam Mohamed Attiyah, telah ditembak mati dalam baku tembak dengan kepolisian di Kairo.

Polisi menyebut Attiyah sebagai bagian dari Ansar Beit al-Maqdis, cabang Mesir dari organisasi teroris ISIS, sebelum memisahkan diri pada 2013 untuk membentuk Ajnad Misr.

Pemerintah Mesir telah berjuang memerangi pemberontakan yang berafiliasi dengan ISIS di wilayah Sinai utara sejak digulingkannya mantan presiden Mohamed Morsi pada 2013.

Pada Februari 2018, pemerintah Mesir melancarkan operasi militer berskala besar terhadap ISIS di Semenanjung Sinai di Mesir timur. Sekitar 600 terduga anggota militan dan 40 tentara telah tewas sejauh ini, menurut angka resmi.

Baca juga: Diduga akan Gabung ISIS, Dua Warga Jerman Ditahan di Mesir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.