Perancis Kirim Empat Tank dan 300 Tentara ke Estonia

Kompas.com - 20/04/2019, 16:04 WIB
Pasukan Legiun Asing Perancis yang masuk dalam kontingen militer yang dikirim ke Estonia. AFP / LUDOVIC MARINPasukan Legiun Asing Perancis yang masuk dalam kontingen militer yang dikirim ke Estonia.

PARIS, KOMPAS.com - Perancis akan mengirimkan tank dan ratusan tentaranya ke Estonia, dalam rangka memperkuat kehadiran NATO di dekat perbatasan Rusia.

Sekitar 300 tentara, 25 kendaraan infantri, serta empat unit tank milik Perancis akan dikirim ke Tapa, sekitar 144 kilometer dari perbatasan Rusia, pada 23 April mendatang.

Pasukan tentara dan kendaraan tempur tersebut bakal ditempatkan di sana hingga Agustus mendatang. Demikian menurut situs kedutaan Perancis di Estonia.

Kontingen Perancis itu, yang akan bertugas di bawah kelompok yang dipimpin Inggris, terdiri dari brigade kedua tentara Perancis, serta prajurit karir dari Legiun Asing.

"Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan sekutu kami dan meningkatkan kemampuan operasi gabungan kami," kata anggota kontingen, Mayor Marc Antoine, kepada stasiun penyiaran Estonia, ERR News.

Baca juga: Hadapi Ancaman Rusia, Inggris Kirim Lima Helikopter Apache ke Estonia

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia, pada Jumat (19/4/2019), mengumumkan akan turut meningkatkan pasukannya di Laut Hitam, guna menghadapi apa yang disebut Moskwa sebagai bentuk agresi NATO.

Situasi ini menjadi peningkatan ketegangan antara Rusia dengan NATO di perbatasan, menyusul rusaknya hubungan negara dengan aliansi itu, pascapencaplokan Crimea oleh Rusia dan penempatan militer di Donbass, Ukraina, yang dibantah Moskwa.

Pertengahan Maret lalu, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Mikhail Popov, telah memperingatkan bahwa penumpukan pasukan aliansi di perbatasan telah mencapai tingkat tertinggi sejak Perang Dingin.

"Aktivitas AS dan NATO yang anti-Rusia itu dapat menghasilkan kemungkinan bahaya militer meningkat menjadi ancaman militer," ujarnya kepada surat kabar Red Star, dikutip TASS.

Awal April lalu, kapal perang Rusia disebut telah melacak armada NATO yang terdiri dari kapal perusak AS, USS Gravely, dan kapal fregat dari Polandia, Turki, dan Spanyol.

Sebelumnya, Inggris dikabarkan juga telah memberangkatkan lima unit helikopter Apache ke Estonia dalam misi NATO.

Ketua Aliansi NATO, Jens Stoltenberg, dalam peringatan 70 tahun berdirinya aliansi, telah menyerukan agar negara-negara anggota bersatu untuk melawan agresi Rusia.

Namun dia membantah aliansi telah melakukan provokasi konflik. Sebaliknya, aliansi berniat menjaga perdamaian, mencegah perselisihan, dan untuk pertahanan.

Baca juga: Jet Tempur Spanyol Tak Sengaja Tembakkan Rudal di Atas Estonia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X