Kompas.com - 08/04/2019, 22:22 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menjabat tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu di Moskwa pada Senin (8/4/2019). AFP/MAXIM SHIPENKOVPresiden Rusia Vladimir Putin menjabat tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu di Moskwa pada Senin (8/4/2019).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas berbagai isu mulai dari perdagangan hingga keamanan.

Dalam pertemuan di Moskwa itu, Putin menyatakan kedua negara kini menghadapi tugas tidak mudah untuk memperkuat hubungan di bidang militer.

Baca juga: Partainya Kalah di Pemilu Istanbul, Erdogan Tuduh Adanya Organisasi Kriminal

"Pertama-tama, kami akan membahas penyelesaian kontrak penjualan sistem rudal S-400 kepada Turki," kata Putin dikutip Bloomberg Senin (8/4/2019).

Putin melanjutkan selepas penjualan S-400 rampung, dia bakal membahas berbagai "proyek menjanjikan" tentang kerja sama militer dua negara.

Turki begitu kukuh mempertahankan pembelian sistem rudal dengan kode NATO SA-21 Growler itu, dan membuat Amerika Serikat (AS) meradang.

Kegigihan Ankara membuat AS memutuskan menunda pengiriman jet tempur F-35, dan mengancam bakal mengeluarkan Turki dari proyek pengembangan jet tempur generasi kelima itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan lalu, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan Turki harus memilih apakah memihak NATO atau membuat "keputusan bodoh" dengan meneruskan S-400.

Selain penjualan persenjataan, pertemuan di Kremlin itu juga mendiskusikan situasi konflik di Suriah, dan mengoordinasikan langkah yang mereka lakukan.

"Langkah yang telah dan bakal kami ambil di Suriah sangatlah penting. Kedua negara begitu berupaya untuk mengembalikan kedamaian," ujar Erdogan.

Setelah itu, Putin juga menyatakan dia dan Erdogan bakal membahas penyelesaian pipa yang bakal membawa gas dari Rusia ke Turki.

Ini merupakan pertemuan bilateral keduanya sepanjang 2018 ini, dengan Erdogan mengatakan relasi dengan Negeri "Beruang Merah" terus meningkat.

"Kerja sama kami dengan Rusia terus menunjukkan peningkatan dan semakin kuat dari hari ke hari," puji Erdogan dilansir Anadolu.

Baca juga: Saat Putin Dibuat Malu oleh Seekor Kuda...



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.