Partainya Kalah di Pemilu Istanbul, Erdogan Tuduh Adanya Organisasi Kriminal

Kompas.com - 08/04/2019, 19:51 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018). Adem Altan / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi kekalahan partainya, Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) di pemilu Istanbul pekan lalu.

AKP meminta adanya penghitungan ulang setelah mereka kalah secara mengejutkan tidak hanya di Istanbul, namun juga ibu kota Ankara.

Kekalahan di dua kota utama dalam pemilu 31 Maret lalu itu merupakan tamparan keras bagi partai berlambang lampu itu selama 10,5 tahun berkuasa.

Baca juga: Partainya Kalah dalam Pilkada, Erdogan Sebut AS dan Eropa Ikut Campur

Dilansir AFP Senin (8/4/2019), Erdogan lebih memfokuskan kepada upaya penghitungan ulang di Istanbul yang merupakan hub ekonomi dan kota terbesar di Turki.

Apalagi, sejumlah media pro-pemerintah sempat mengecam adanya upaya "pemberontakan" dalam kotak suara di pemilihan pekan lalu.

"Kami melihat ada sejumlah organisasi kriminal yang tengah beraksi," kata Erdogan dalam konferensi pers jelang kunjungan ke Rusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanpa membeberkan detil, mantan Perdana Menteri Turki pada 2003 hingga 2014 itu berujar terdapat adanya upaya perampokan di kotak suara.

Di Ankara, Dewan Pemilu Tertinggi Turki pada Senin mengumumkan kandidat dari oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) Mansur Yavas sebagai pemenang.

Partai AFP yang dipimpin Erdogan sebenarnya memenangkan hampir semua kota di Turki. Namun, kekalahan di Ankara dan Istanbul merupakan "hukuman".

Sebabnya, saat ini Turki mengalami resesi ekonomi dan inflasi hingga double digit karena krisis mata uang lira pada 2018 lalu.

Kekalahan di Istanbul sangat sensitif bagi Erdogan karena dia lahir di distrik di sana. Bahkan memulai karir politiknya sebagai Wali Kota Istanbul.

Baik kandidat AKP Binali Yildirim dan jagoan CHP Ekrem Imamoglu sama-sama mengklaim memperoleh kemenangan setelah pemilu Turki selesai digelar.

Namun panitia pemilu setempat kemudian mengumumkan Imamoglu memenangkannya dengan selisih 20.000 suara sebelum AKP meminta banding.

Kedua partai kemudian menyatakan selisih berkurang hingga 17.000 suara. Baik Yildirim dan Imamoglu sama-sama mendapat empat juta suara.

Dalam pandangan Erdogan, proses banding hingga pemilu ulang merupakan hal umum di suatu negara jika didapati adanya ketidakberesan.

"Tidak ada yang berhak mengklaim sebagai pemenang jika selisih suara masih 13.000-14.000 suara," ucap presiden 65 tahun itu mengomentari hasil di Istanbul.

Baca juga: Tak Terima Kalah di Istanbul, Partainya Erdogan Protes Hasil Pemilu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.