Perancis Tak Berencana Pulangkan Warganya yang Telah Gabung ISIS

Kompas.com - 05/04/2019, 20:09 WIB
Anak-anak bersama warga sipil lainnya melarikan diri dari sebuah kelompok radikal di Suriah, dekat Baghuz, Suriah timur, Rabu (13/2/2019) waktu setempat. Jutaan anak menjadi korban dalam perang saudara di Suriah yang berlangsung sejak 2011, selain dibunuh, disiksa, dan diculik, mereka juga menderita gizi buruk dan kerap menjadi tameng hidup di medan perang. AFP PHOTO/DELIL SOULEIMANAnak-anak bersama warga sipil lainnya melarikan diri dari sebuah kelompok radikal di Suriah, dekat Baghuz, Suriah timur, Rabu (13/2/2019) waktu setempat. Jutaan anak menjadi korban dalam perang saudara di Suriah yang berlangsung sejak 2011, selain dibunuh, disiksa, dan diculik, mereka juga menderita gizi buruk dan kerap menjadi tameng hidup di medan perang.

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis lebih memilih untuk mengesampingkan rencana pemulangan warga negaranya yang telah bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

Perancis dan negara-negara Eropa lainnya saat ini sedang menghadapi isu pemulangan warga negaranya yang telah bergabung dengan ISIS dan kini ditahan di Irak maupun Suriah.

Banyak dari anggota asing ISIS di Suriah yang kini ditahan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kursi, terlebih sejak diumumkannya kekalahan ISIS, akhir bulan lalu.

Masalah pemulangan warga negaranya yang sempat bergabung dengan kelompok teroris ini menjadi isu yang sangat sensitif di Perancis.

Hal itu setelah sebuah serangan di Paris pada 2015 yang diklaim oleh ISIS menewaskan hingga 130 orang, dan memicu terjadinya serangan lainnya.

Baca juga: Jerman Mulai Pulangkan Anak-anak dari Anggota Asing ISIS yang Ditahan di Irak

Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner menyatakan, untuk saat ini, pemerintah tidak memiliki rencana untuk pemulangan warganya dari Irak maupun Suriah.

"Saya pikir cukup logis bagi kami untuk mempertimbangkan semua kemungkinan dan ini adalah salah satu kemungkinan yang mereka persiapkan," kata Castaner dalam konferensi pers usai pertemuan G7 di Paris.

"Saat ini tidak ada rencana pemulangan secara umum yang sedang dipertimbangkan untuk dilakukan."

"Namun kami akan terus mempelajari tentang kemungkinan pemulangan anak-anak dari anggota ISIS dengan memperhatikan kasus per kasus," tambahnya dikutip AFP.

Pernyataan Castaner tersebut berseberangan dengan laporan yang disampaikan harian Perancis, Liberation, pada Jumat (5/4/2019), yang menyebut pada awal Maret lalu pemerintah telah siap untuk membawa pulang sekitar 250 orang, termasuk pria, wanita, dan anak-anak.

Castaner membantah klaim surat kabar tersebut, termasuk mengenai perubahan kebijakan terkait warganya yang bergabung dengan ISIS telah didikte oleh opini publik.

Bulan lalu, otoritas Perancis telah memulangkan lima anak yatim piatu dari kamp-kamp di timur laut Suriah yang merupakan keturunan dari warga negaranya yang telah menjadi anggota ISIS.

Baca juga: Australia Berpeluang Izinkan Anak-anak Anggota Asing ISIS untuk Kembali

Menurut data dari UNICEF, ada sekitar 3.000 anak-anak asing dari 43 negara yang kini ditempatkan di kamp pengungsian di Al-Hol, Suriah.

Sementara data dari pemerintah Perancis menyebut ada sekitar 1.700 warganya yang pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok militan antara tahun 2014 hingga 2018 dan sekitar 300 di antaranya diyakini telah tewas dalam pertempuran.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X