AS Desak Militer Venezuela "Lindungi" Warga dari Pasukan Rusia

Kompas.com - 29/03/2019, 22:49 WIB
Gambar dari media sosial menunjukkan pesawat Rusia Ilyushin Il-62 yang dilaporkan mengangkut pasukan Rusia mendarat di Caracas, Venezuela, pada Sabtu (23/3/2019). Courtesy via TwitterGambar dari media sosial menunjukkan pesawat Rusia Ilyushin Il-62 yang dilaporkan mengangkut pasukan Rusia mendarat di Caracas, Venezuela, pada Sabtu (23/3/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat John Bolton menyerukan kepada militer Venezuela untuk mengambil tindakan dan melindungi rakyat usai masuknya pasukan Rusia ke negara itu.

Pernyataan itu disampaikan Bolton menyikapi kehadiran sekitar 100 personel militer Rusia yang tiba di Venezuela akhir pekan lalu dengan dua pesawat kargo.

"Kami menyerukan agar militer Venezuela melaksanakan tugas konstitusionalnya dengan melindungi warga Venezuela," kata John Bolton dalam pernyataannya, Jumat (29/3/2019).

"(Presiden Nicolas) Maduro hanya akan menggunakan dukungan militer (Rusia) ini untuk semakin menekan rakyat Venezuela, melanggengkan krisis ekonomi yang menghancurkan negara itu, dan membahayakan stabilitas regional," tambahnya.

Baca juga: Trump: Rusia Harus Keluar dari Venezuela!

Pernyataan Bolton menyusul Presiden AS Donald Trump yang sehari sebelumnya menyerukan kepada Rusia agar menarik pasukannya dari Venezuela dan menghentikan setiap bentuk dukungannya kepada rezim pemerintahan Maduro.

Namun Moskwa menanggapi dengan mengatakan bahwa kehadiran pasukan mereka di Venezuela sebagai pakar militer yang bertujuan memberi bantuan teknis kepada pemerintah Maduro dan menegaskan akan tetap berada di negara itu selama dibutuhkan.

Rusia juga memperingatkan kepada AS untuk tidak terlalu mengkhawatirkan hubungan bilateralnya dengan Venezuela, karena Moskwa tidak berniat mengusik stabilitas pemerintahan negara itu.

Sebelumnya, Atase Militer Venezuela di Moskwa, Jose Rafael Torrealba Perez mengatakan bahwa pasukan Rusia berada di Venezuela berdasar perjanjian kerja sama militer dan teknis, serta tidak untuk melakukan operasi militer.

"Mengenai kehadiran spesialis Rusia (di Venezuela), kita bicara tentang kerja sama militer dan teknis," kata Torrealba Perez, dikutip kantor berita RIA Novosti.

"Kami sama sekali tidak berbicara tentang kehadiran militer Rusia untuk operasi militer," tambahnya.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Washington telah berupaya untuk mengorganisir kudeta di negara penghasil minyak bumi itu.

Baca juga: Kremlin: AS Tak Perlu Cemaskan Hubungan Rusia dengan Venezuela

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X