Kompas.com - 28/03/2019, 23:08 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Pejabat Rusia mengatakan Amerika Serikat tidak perlu merasa cemas dengan hubungan yang terjalin antara Moskwa dengan sekutunya, Venezuela.

Pernyataan itu datang tak lama setelah Rusia menyatakan tidak akan menarik personel militernya yang telah ditempatkan di Venezuela dan menolak desakan Presiden AS Donald Trump sebelumnya.

Rusia telah mengirimkan sekitar 100 personel militernya ke Venezuela untuk memberi dukungan kepada Presiden Nicolas Maduro. Para personel tersebut tiba di bandara utama di luar Caracas pada Sabtu (23/3/2019) lalu.

Baca juga: Pasukan Rusia Tetap Ada di Venezuela Selama Dibutuhkan

Tindakan Rusia itu tampaknya membuat AS berang sehingga mendesak agar Moskwa segera menarik pasukannya dan berhenti memberikan dukungan kepada rezim Maduro.

Namun juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov justru mengatakan bahwa Washington tidak perlu cemas dengan hubungan yang terjalin antara Moskwa dengan Caracas.

"Kami tidak berpikir bahwa negara ketiga perlu merasa khawatir terhadap hubungan bilateral kami," kata Psekov, dikutip AFP, Kamis (28/3/2019).

"Kami tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Venezuela dengan cara apa pun dan kami mengharapkan negara ketiga untuk mencontoh kami dan mengizinkan rakyat Venezuela untuk menentukan nasib mereka sendiri," tambahnya kepada wartawan.

Peskov menambahkan bahwa tidak ada pihak yang mendikte AS bagaimana melakukan kebijakan luar negerinya dan Moskwa mengharapkan perlakuan yang sama dan saling menghormati dari Washington.

Peskov mengatakan bahwa akhir pekan lalu, Rusia mengirimkan peralatan dan ahli militernya ke Venezuela sebagai tindak lanjut atas perjanjian yang telah disepakati kedua negara.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa kehadiran pasukannya di Venezuela tidak akan menjadi ancaman bagi siapa pun.

"Rusia tidak ingin mengubah keseimbangan kekuasaan di kawasan itu dan tidak mengancam siapa pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

"Mereka (personel militer Rusia) terlibat dalam implementasi perjanjian kerja sama di bidang militer dan teknis. Mereka akan tetap di negara itu selama diperlukan," tambah Zakharova, dikutip AFP.

Baca juga: Rusia di Venezuela Tidak Mengancam Siapa Pun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.