Pakistan Selidiki Jurnalis yang Unggah Foto Khashoggi di "Medsos" Saat MBS Berkunjung

Kompas.com - 29/03/2019, 16:41 WIB
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (kanan) menyambut Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (kiri) di pangkalan militer Nur Khan Air Force di Islamabad, Minggu (17/2/2019). (AFP/Pakistans Press Information Department) Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (kanan) menyambut Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (kiri) di pangkalan militer Nur Khan Air Force di Islamabad, Minggu (17/2/2019). (AFP/Pakistans Press Information Department)

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Biro Investigasi Federal Pakistan (FIA) mengumumkan tengah menyelidiki jurnalis yang mengunggah foto jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di media sosial mereka (medsos) mereka.

Kabar itu berhembus setelah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) datang berkunjung ke Pakistan pada Februari lalu.

Berdasarkan surat bertanggal 13 Maret, dinas anti-kejahatan siber yang merupakan sayap dari FBI-nya Pakistan itu tengah memonitor akun enam jurnalis dan empat kelompok politik.

Baca juga: Tak Datang Rapat Kabinet, Kewenangan MBS Diduga Dicopot Raja Salman

Diwartakan Middle East Eye Kamis (28/3/2019), keenam jurnalis yang mengunggah foto jurnalis itu menunjukkan sikap tidak sopan saat ada tamu negara yang berkunjung.

Khashoggi yang merupakan kolumnis Washington Post dibunuh dan dimutilasi pada 2 Oktober 2018 ketika mengurus dokumen pernikahan di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Pembunuhan jurnalis berusia 59 tahun tersebut memunculkan kecaman internasional, dan sorotan yang mengarah kepada Putra Mahkota MBS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dilaporkan telah menyimpulkan MBS terlibat dalam pembunuhan, dengan Riyadh langsung memberikan bantahan.

Murtaza Solangi, salah satu jurnalis yang masuk dalam daftar berkata, dia dan rekan-rekannya mengunggah foto itu sebagai "aksi protes damai".

"Mereka tidak ingin ada aksi protes terhadap Mohammed bin Salman," kata Solangi yang merupakan mantan Direktur Jenderal Radio Pakistan.

Solangi berpendapat, dia dan rekan-rekannya diawasi karena Islamabad tidak ingin kesepakatan investasi senilai 20 miliar dollar AS, sekitar Rp 284,8 triliun, musnah begitu saja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.