Kompas.com - 25/03/2019, 21:51 WIB
Sebuah tangkapan layar dari tayangan stasiun televisi Kurdi, Ronahi TV pada Sabtu (23/3/2019) memperlihatkan pasukan SDF dukungan AS mengibarkan bendera mereka di benteng terakhir ISIS di desa Baghouz, wilayah timur Suriah . AFP/HANDOUTSebuah tangkapan layar dari tayangan stasiun televisi Kurdi, Ronahi TV pada Sabtu (23/3/2019) memperlihatkan pasukan SDF dukungan AS mengibarkan bendera mereka di benteng terakhir ISIS di desa Baghouz, wilayah timur Suriah .

DAMASKUS, KOMPAS.com - Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS menyerukan agar dibentuk pengadilan internasional untuk mengadili para tersangka kelompok ISIS.

Pernyataan tersebut dibuat menyusul deklarasi kemenangan SDF atas ISIS di Suriah pada Sabtu (23/3/2019) lalu.

"Kami menyerukan masyarakat internasional untuk membentuk pengadilan internasional khusus di Suriah timur laut untuk menuntut para teroris (ISIS)," kata SDF dalam pernyataannya, Senin (25/3/2019).

"Dengan cara ini maka diharapkan pengadilan dapat dijalankan secara adil dan sesuai dengan aturan hukum internasional dan piagam serta perjanjian hak asasi manusia," lanjut pernyataan SDF, dikutip AFP.

Pasukan yang dipimpin orang Kurdi Suriah itu sebelumnya memperingatkan, meski kekuasan ISIS telah runtuh, ribuan anggota asing yang kini dalam tahanan adalah "bom waktu" yang harus segera "dijinakkan" dunia.

Baca juga: Ribuan Anggota ISIS dari 54 Negara yang Ditahan SDF Kini Bak Bom Waktu

Menurut SDF, ada lebih dari 5.000 anggota ISIS, baik asal Suriah maupun negara-negara asing, yang telah ditangkap sejak Januari lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Kurdi di Suriah timur laut sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan maupun fasilitas untuk menahan orang sebanyak itu.

Tetapi negara-negara asal terduga teroris ISIS menyatakan enggan untuk menerima kembali mereka, dengan pertimbangan membawa risiko keamanan potensial dan kemungkinan memicu reaksi penolakan dari publik.

"Pemerintah Kurdi di Suriah timur laut telah meminta kepada masyarakat internasional untuik ikut memikul tanggung jawab terhadap anggota teroris yang ditahan oleh pasukan keamanan Kurdi," lanjut pernyataan dari SDF.

Kendati demikian, sampai dengan saat ini masih belum ada jawaban maupun tanggapan dari pemerintah negara-negara tersebut.

Karena itu, SDF menyerukan kepada komunitas internasional, terutama negara-negara yang memiliki warga yang ditahan di Suriah, untuk memberikan dukungan pembentukan pengadilan internasional, menyerukan kerja sama dan koordinasi hukum serta logistik.

Baca juga: Sebuah Dokumen Ungkap Rencana Serangan ISIS ke Seluruh Eropa

Di masa lalu, dua pengadilan internasional pernah dibentuk oleh komunitas internasional, yakni Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda (ICTR) yang bertujuan mengadili pelaku genosida di negara Afrika.

Serta, Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia, yang bertugas mengadili tersangka kejahatan genosida, kejahatan peran, dan kejahatan kemanusiaan dalam Perang Balkan pada 1990-an.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.