Kompas.com - 22/03/2019, 15:05 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, sebuah kawasan perbatasan strategis dengan Lebanon, Yordania, dan Suriah.

Dataran Tinggi Golan sebelumnya merupakan bagian dari Suriah, yang kini diduduki Israel melalui Perang Enam Hari pada 1967.

Setelah merebut, penerapan hukum Israel kemudian diperluas di wilayah tersebut pada 1981, sebuah langkah yang sama dengan aneksasi.

Baca juga: Trump Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Namun, AS dan komunitas internasional telah lama menganggapnya sebagai wilayah Suriah di bawah pendudukan Israel.

Diwartakan Times of Israel, hingga kini, pemerintah Suriah masih diam dan belum mengeluarkan tanggapan terkait komentar Trump.

"Setelah 52 tahun, ini waktunya Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan," kicaunya Trump di Twitter, Kamis (21/3/201).

Trump menyebut, pengakuan itu sangat penting bagi strategi dan keamanan Israel serta stabilitas regional.

Meski demikian, belum juga ada respons dari Suriah, yang bersikeras untuk memulihkan kembali setiap inci tanah di Golan dari Israel.

Berbeda dengan Suriah, Turki justru menjadi kekuatan pertama yang mengutuk keras tindakan Trump. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu memperingatkan, pengakuan semacam itu hanya akan menjurus pada kekerasan berikutnya.

"Integritas teritorial negara merupakan prinsip paling mendasar dari hukum internasional," kicaunya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.