Pernah Tutupi Insiden Kematian Dua Mahasiswa, Pemerintah Meksiko Minta Maaf

Kompas.com - 20/03/2019, 10:24 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan

MONTERREY, KOMPAS.com - Pemerintah Meksiko terus berbenah memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan pada masa lalu. Salah satunya terkait insiden kematian dua mahasiswa pada 2010.

Dua mahasiswa pascasarjana, Jorge Antonio Mercado (23) dan Javier Francisco Arredondo Verdugo (24), menjadi korban peluru nyasar.

Kedua mahasiswa jurusan teknik itu sedang dalam perjalanan pulang dari perpustakaan kampus mereka pada 19 Maret 2010. Keduanya kemudian terjebak di tengah baku tembak antara tentara dengan geng narkoba dan tewas di lokasi kejadian.

Namun alih-alih mengakui kesalahan karena telah tidak sengaja menewaskan warga sipil, pihak berwenang justru berusaha menutupi dengan merekayasa lokasi kejadian.

Baca juga: Presiden Meksiko Ingin Ubah Pulau Penjara Jadi Pusat Budaya

Pihak berwajib meletakkan senjata di samping jenazah keduanya dan menuduh mereka sebagai anggota geng narkoba.

Atas kesalahan pihak berwajib saat itu, pemerintah Meksiko secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga kedua mahasiswa, Selasa (19/3/2019).

"Atas nama pemerintah Meksiko, saya menyampaikan permintaan maaf publik.. atas hilangnya nyawa putra-putra Anda," kata Menteri Dalam Negeri Meksiko, Olga Sanchez, kepada kedua orangtua korban, dalam sebuah seremoni di Monterrey.

Tindakan meminta maaf tersebut menjadi sikap terkini pemerintahan Meksiko di bawah Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan kekerasan di masa lalu.

Dua pekan sebelumnya, gubernur negara bagian Veracruz, yang juga sekutu dekat Presiden Lopez Obrador, secara terbuka meminta maaf kepada keluarga lima pemuda yang tewas terbunuh pada 2016, saat oknum polisi korup menahan dan menyerahkan mereka kepada kartel narkoba untuk dibunuh.

Dilansir AFP, pemerintah federal juga telah membuka penyelidikan baru terhadap kasus serupa yang menimpa 43 pelajar di negara bagian Guerrero pada 2014 silam yang sampai memicu kecaman internasional.

Pemerintah federal bersama pemerintah negara bagian Guerrero juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan meluncurkan rencana untuk memberi ganti rugi kepada keluarga para korban dari "perang kotor" yang dilakukan pemerintah terhadap aktivis sayap kiri pada 1960-an hingga 1970-an.

Baca juga: Presiden Meksiko Sudahi Perang terhadap Kartel Narkoba



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X