Abaikan Peringatan AS, Irak Terima Kunjungan Presiden Iran

Kompas.com - 11/03/2019, 20:35 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani (kiri) saat diterima Presiden Irak Barham Salih, dalam kunjungan resminya, Senin (11/3/2019). AFP / SABAH ARARPresiden Iran Hassan Rouhani (kiri) saat diterima Presiden Irak Barham Salih, dalam kunjungan resminya, Senin (11/3/2019).

BAGHDAD, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani tiba di Baghdad, Irak dalam kunjungan resmi, Senin (11/3/2019), di tengah tekanan AS untuk membatasi hubungannya dengan Teheran.

Dilansir Al Arabiya, kunjungan Rouhani ke Irak bertujuan untuk mempererat hubungan datang antara kedua negara sekaligus menunjukkan bukti bahwa Teheran masih memiliki pengaruh di Timur Tengah, meski ada sanksi dari AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, yang telah lebih dulu tiba di Baghdad untuk mempersiapkan kedatangan Rouhani menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Iran yang telah menentang sanksi yang tidak adil dan ilegal yang dijatuhkan AS.

"Kedua pihak telah melakukan diskusi yang sangat baik," kata Zarif dalam konferensi pers bersama dengan didampingi menteri luar negeri Irak, Mohammed Ali al-Hakim, Minggu (10/3/2019).


Baca juga: Turki dan Iran Siap Gelar Operasi Gabungan Melawan Pemberontak Kurdi

Irak telah diberi keringanan terbatas untuk dapat terus mengimpor listrik dan gas alam dari Iran, namun Washington juga menyerukan agar Baghdad dapat bermitra dengan perusahaan-perusahaan AS untuk dapat menjadi negara yang mandiri dalam hal energi.

Iran merupakan negara pemasok utama barang-barang impor ke Irak, setelah Turki.

Dalam pertemuannya dengan pihak Irak, Presiden Rouhani juga disebutkan bakal melakukan pembicaraan yang mencakup berbagai sektor, termasuk perdagangan dan kesehatan.

Irak dan Iran berencana untuk meningkatkan perdagangan bilateral tahunan dari 12 miliar dollar AS menjadi 20 milliar dollar AS. Sebagian besar melalui ekspor gas dan energi dari Iran.

Selama kunjungan perdananya ke Irak, Rouhani akan bertemu dengan Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi, Presiden Barham Salih, dan kepala ulama Syiah Ayatollah Ali Sistani. Demikian dilansir situs resmi pemerintah Iran.

"Rouhani datang untuk membahas... perdagangan antarnegara dan masalah pelonggaran pertukaran perdagangan dalam mata uang Irak dan menemukan cara lain, seperti Jerman dan Inggris, untuk mengadopsi mata uang alternatif Eropa untuk menghindari sanksi AS," kata analis politik Irak, Hisham al-Hashemi kepada AFP.

Baca juga: Menteri Luar Negeri Iran Mundur karena Tak Tahu Assad Berkunjung

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Arabiya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X