Kompas.com - 28/02/2019, 19:33 WIB
Anandi Gopal Joshi, perempuan dokter pertama di India. Dia lulus dari sekolah kedokteran di Amerika Serikat pada 1885. (The Indian Express) Anandi Gopal Joshi, perempuan dokter pertama di India. Dia lulus dari sekolah kedokteran di Amerika Serikat pada 1885. (The Indian Express)

KOMPAS.com - Wajah perempuan asal India, Anandi Gopal Joshi, pernah menghiasi Google Doodle pada 31 Maret 2018 untuk menghormati kelahirannya.

Dia merupakan perempuan pertama dari India yang belajar dan lulus dengan gelar sarjana kedokteran di Amerika Serikat. Dia juga diyakini sebagai perempuan pertama India yang menginjakkan kaki di tanah Amerika.

Kematian anaknya akibat kurangnya fasilitas medis membuat Anandi bertekad menjadi seorang dokter.

Kehidupan awal

Anandi Gopal Joshi atau terkadang ditulis sebagai Anandibai Gopalrao Joshi lahir pada 31 Maret 1865 di distrik Thane, Maharashtra.

Dia terlahir dengan nama Yamuna, dan memakainya sampai menikah. Setelah menikah dengan Gopalrao Joshi, namanya berubah menjadi Anandi.

Keluarga Yamuna merupakan tuan tanah selama kekuasaan kerajaan Inggris di tanah India.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Claudia Johnson, Lady Bird di Gedung Putih

Pajak yang berlebihan oleh Inggris dan kerugian yang menumpuk membuat keluarganya mengalami kesulitan keuangan.

Seperti kebiasaan pada pertengahan abad ke-19, Yamuna kecil dipaksa untuk menikah di usia sangat belia, yaitu 9 tahun.

Dia menikahi Gopalrao Joshi, seorang duda berusia 30 tahun. Pria itu berprofesi sebagai pegawai pos di kota yang sama.

Lima tahun kemudian, Yamuna yang sudah berubah nama setelah menikah, melahirkan seorang anak laki-laki. Namun putranya meninggal dunia akibat kurangnya fasilitas perawatan medis.

Terinspirasi suami

Golparao menginspirasi Anandi untuk belajar meski saat itu pendidikan tidak diberikan kepada perempuan.

Suaminya mengajari Anandi cara membaca dan menulis bahasa Marathi, Inggris, dan Sanskerta. Dia juga mengirim istrinya ke Kalkuta untuk melanjurkan studi lebih lanjut.

Alasan lainnya adalah agar orangtua Anandi tidak ikut campur terlalu jauh soal pendidikan putri mereka.

Di tengah tekanan dari keluarga dan masyarakat, Anandi justru diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk mengejar gelar di bidang Kedokteran.

Anandi Joshei lulus dari Womans Medical College of Pennsylvania pada 1886. Dalam foto ini, dia berpose dengan Kei Okami (tengah) dan Tabat Islambooly (kanan). (Wikipedia) Anandi Joshei lulus dari Womans Medical College of Pennsylvania pada 1886. Dalam foto ini, dia berpose dengan Kei Okami (tengah) dan Tabat Islambooly (kanan). (Wikipedia)
Dia melakukan perjalanan ke New York pada 1883 dengan ditemani dua kenalan dari Inggris dan seorang teman berprofesi dokter.

Dengan menumpang kapal, dia berangkat dari Kolkata.

Sampai di sana, dia menulis untuk Women's Medical College of Pennsylvania, meminta kesempatan untuk mengikuti program medis.

Dalam lamarannya itu dia mengakui levelnya berada di bawah persyaratan perguruan tinggi, namun dia memohon pengecualian.

"Untuk memberikan kesempatan para perempuan di negara saya yang kekurangan bantuan medis, sehingga mereka bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan," tulisnya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Junko Tabei, Perempuan Pertama Penakluk Puncak Everest

Dia berhasil mendapat kesempatan itu pada usia 19 tahun dan belajar selama dua tahun bersama dua mahasiswi kedokteran pertama dari Jepang dan Suriah.

Meski menderita sakit selama studinya akibat cuaca dingin dan pola makan yang berbeda, dia dapat lulus pada 11 Maret 1885.

Kisah begitu menginspirasi sehingga mendapat banyak publikasi dari media di India. Saat kelulusannya, dia bahkan mendapat ucapan selamat dari Ratu Victoria.

Dia telah menjadi wanita pertama asal India yang belajar dan lulus dengan gelar sarjana kedokteran di AS.

Anandi ingin melanjutkan misinya menginspirasi generasi perempuan untuk mengejar pendidikan tinggi.

Hidupnya yang singkat

Anandi kembali ke India pada 1886 dengan disambut suka cita. Dia ditunjuk sebagai dokter yang bertanggung jawab pada bangsal khusus perempuan di RS Albert Edward, Kolhapur (saat ini Maharashtra).

Dia bermimpi membuka perguruan tinggi kedokteran untuk perempuan.

Namun, ambisinya itu tidak pernah diraih, Pada 26 Februari 1887, sebulan sebelum ulang tahunnya ke-22, Anandi menghembuskan napas terakhirnya.

Dia meninggal akibat tuberkulosis, bahkan sebelum memulai praktiknya sebagai dokter.

Kematiannya menjadi berita utama di seluruh dunia, dan semua orang berduka. Sebagai penghormatan, abunya ditempatkan di pemakaman di Poughkeepsie di New York.

Institute for Research and Documentation in Social Sciences (IRDS), sebuah LSM dari Lucknow, menganugerahkan "Anandibai Joshi Award for Medicine" sebagai penghargaan atas kontribusinya yang awal untuk memajukan ilmu kedokteran di India.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Valentina Tereshkova, Gadis Desa yang Mengorbit Bumi

Pemerintah Maharashtra juga mendirikan persekutuan dengan nama Anandi Gopal Joshi.

Anandi menjadi salah satu dari perempuan hebat dunia yang namanya diabadikan sebagai nama kawah di Venus.

Kawah berdiameter 34 km yang terletak di 5,5 derajat Lintang Utara dan bujur 288,8 derajat Ekuator itu diberi nama "Joshee" pada 1997 oleh International Astronomical Union.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X