Pemerintah Malaysia Minta Warganya Tunda Perjalanan ke India dan Pakistan

Kompas.com - 28/02/2019, 18:20 WIB
Sebuah rumah diduga tempat militan bersembunyi terbakar usai baku tembak antara pemberontak dan pasukan keamanan India di distrik Pulwama, Kashmir Selatan, Senin (18/2/2019). (AFP) Sebuah rumah diduga tempat militan bersembunyi terbakar usai baku tembak antara pemberontak dan pasukan keamanan India di distrik Pulwama, Kashmir Selatan, Senin (18/2/2019). (AFP)

PUTRAJAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia meminta kepada seluruh rakyatnya untuk menunda rencana perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan yang berpotensi berbahaya di India dan Pakistan, menyusul meningkatnya ketegangan yang terjadi antara kedua negara.

"Memperhatikan beratnya masalah yang terjadi, Kementerian Luar Negeri ingin memberi tahu warga Malaysia untuk menunda rencana perjalanan yang tidak terlalu mendesak, terutama ke daerah-daerah yang terkena dampak langsung," ujar pernyataan kementerian, dikutip Channel News Asia, Rabu (27/2/2019).

Ketegangan antara India dengan Pakistan di wilayah Kashmir yang disengketakan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, yang dipicu saling tuduh dari New Delhi dan Islamabad tentang jet tempur yang melanggar batas gencatan senjata.

Kedua negara bahkan telah memerintah serangan udara pada dua hari terakhir, sementara pasukan darat saling bertukar tembakan di berbagai lokasi.

Baca juga: Militer Pakistan: Kami Tak Ingin Berperang Melawan India

Wilayah udara Pakistan telah ditutup pada Rabu (26/2/2019), membuat seluruh penerbangan internasional maupun domestik dari bandara-bandara utama, termasuk Karachi, Peshawar, dan Lahore, ditangguhkan.

Sementara itu di India, sebanyak lima bandara juga ditutup dan sejumlah penerbangan telah dibatalkan.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan mendorong India dan Pakistan untuk menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan dan kembali mencari penyelesaian melalui dialog dan negosiasi.

"Seperti banyak negara lainnya, Malaysia bertujuan untuk menciptakan tatanan internasional yang damai dan stabil," tambah pernyataan kementerian.

Sementara bagi warga Malaysia yang berada di New Delhi maupun Islamabad dapat menghubungi Komisi Tinggi Malaysia di kota masing-masing.

Komisi Tinggi Malaysia saat ini masih terus memantau situasi antara India dan Pakistan, serta akan terus melakukan kontak dengan pihak berwenang di kedua negara itu untuk mendapat kabar terkini.

Baca juga: Pakistan Bersedia Bebaskan Pilot Tempur India, Ini Syaratnya...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X