Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Hotel Metropole: Tuan Rumah Pertemuan Trump dan Kim Jong Un

Kompas.com - 27/02/2019, 15:45 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Rahasia Terjamin

Persiapan hotel berusia 118 tahun itu untuk menyambut dua pemimpin yang awalnya berseteru itu mencapai puncaknya.

Sudut jalan yang mengarah ke hotel dijaga oleh polisi bersenjata. Sementara staf keamanan memeriksa pot di sekitar kolam.

Dalam surat yang dirilis sebelum kedatangan Trump dan Kim, manajer umum hotel memberi tahu tamu tentang "prosedur keamanan yang ketat".

Baca juga: Mengenal Hotel Tempat Kim Jong Un Menginap di Hanoi Vietnam

Nantinya hotel hanya menyisakan satu-satunya pintu sebagai akses masuk dan keluar di mana keamanan bakal memasang pos penjagaan.

Setiap tamu harus menunjukkan identitas seperti paspor sebelum mereka diizinkan masuk ke dalam hotel ketika pertemuan berlangsung.

Menurut Nguyen Dinh Thanh, mantan Kepala Marketing Metropole, Trump dan Kim memilih hotel kuno itu karena faktor kerahasiaan yang sangat dijunjung tinggi.

Hotel Metropole telah menjamu sejumlah pejabat tinggi berbagai negara hingga para pesohor dunia dari masa ke masa.

Sebut saja komedian legendaris Charlie Chaplin yang memilih hotel tersebut sebagai tempat bulan madu pada 1936 silam.

Ketika ada selebritas menginap di Metropole, biasanya jurnalis bakal menyogok staf hotel untuk mendapat akses ke dalam dan memotret sang bintang.

Uang yang ditawarkan bisa mencapai 5.000 dollar AS, atau sekitar Rp 70,1 juta. Namun staf hotel menolak tawaran tersebut.

"Fakta itu menunjukkan Metropole mempunyai tradisi menjaga kerahasiaan dan tahu bagaimana memperlakukan tamu VIP," klaim Nguyen.

Desain Metropole yang mempesona telah menarik selebritas seperti Angelina Jolie dan Brad Pitt ketika masih bersama pada 2007.

Namun adalah aktris Jane Fonda, ketika menginap selama dua pekan pada 1972, yang menjadi tamu ikonik sekaligus membuat kontroversi.

Sebabnya, dia bersama pasukan Vietnam Utara duduk di sebuah senjata anti-pesawat yang dipakai untuk menembak militer AS, dan membuatnya dijuluki "Hanoi Jane".

Baca juga: Ketika Wartawan AS Dibuat Repot karena Kim Jong Un Menginap di Hotel yang Sama

Faktor Keamanan Negatif

Meski mempunyai sejarah panjang dengan daftar tamu mentereng, sejatinya Metropole bukan merupakan lokasi ideal untuk pertemuan tingkat tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Le Van Chuong, mantan Kepala Institut Strategi di Kementerian Keamanan Publik Vietnam.

Le menjelaskan Metropole yang mengalami keterbatasaan ruang membuat strategi pengamanan pejabat tinggi negara bisa menyulitkan.

"Dalam urusan perlindungan, ruang memberikan keuntungan. Hotel Metropole berdiri di tengah titik keramaian kota. Membuat keamanan menjadi sulit terjamin," ucapnya.

Le lantas membandingkan dengan pertemuan pertama Trump dan Kim yang berlangsung di Hotel Capella, bangunan era kolonial Inggris di Pulau Sentosa.

"Singapura sengaja memilih pulau yang terisolasi dari keramaian sehingga pengamanan terhadap kepala negara jauh lebih mudah," terangnya.

Baca juga: Trump Bertemu Kim Jong Un demi Rating TV?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com