Trump Bertemu Kim Jong Un demi Rating TV?

Kompas.com - 26/02/2019, 19:05 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni 2018 lalu. AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni 2018 lalu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un tidak sekadar upaya untuk melakukan denuklirisasi.

Menurut keterangan seorang pejabat anonim AS, Trump menyepakati pertemuan kedua setelah terkesan dengan pemberitaan positif yang dihasilkan.

Baca juga: Rehat di Tengah Perjalanan 70 Jam ke Vietnam, Kim Jong Un Merokok

Berbicara kepada Washington Post dikutip Newsweek Senin (25/2/2019), pejabat itu berkata Trump senang dengan pemberitaan saat pertemuan pertama di Singapura Juni 2018 lalu.

Jadi, presiden 72 tahun itu melihat pertemuannya dengan Kim mempunyai rating TV yang bagus. "Anda seolah bisa mencengkeram dunia dan menghirup oksigen sekeliling," ujarnya.

Sebelum berangkat ke Hanoi, Vietnam yang menjadi lokasi pertemuan, penasihat Gedung Putih sempat meminta Trump untuk membatalkan pertemuan.

Dalam pandangan penasihat Trump, Kim disebut sebagai sosok yang tidak rasional dan kemungkinan mentalnya tidak stabil.

Pada 2017, hubungan Trump dan Kim memanas setelah mereka berdua saling melemparkan ejekan sebelum mencair pada awal 2017.

Pejabat Gedung Putih memberi tahu sang presiden mereka tidak bisa memprediksi bagaimaha nantinya Kim bakal melancarkan balasan.

Namun pejabat anonim itu berujar, posisi Trump adalah jika berhadapan dengan orang yang tangguh, maka dia harus lebih tangguh.

"Jika kalian berurusan dengan perundung, maka kalian harus merundungnya dengan lebih keras lagi," ujar pejabat anonim itu.

Pertemuan kedua di Hanoi pada 27-28 Februari nanti terjadi di tengah kabar Pyongyang masih memproduksi senjata nuklirnya.

Ian Bremmer, pakar luar negeri dan Presiden Rurasia Group berpendapat, Korut tidak membuat progres bagus untuk melucuti senjata nuklirnya.

"Mereka nol dalam urusan membuat transparansi terkait nuklir dan program rudal balistiknya," tutur Bremmer kepada The Post.

Baca juga: Menlu AS Jelaskan Trump yang Jatuh Cinta dengan Kim Jong Un



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X