Kompas.com - 20/02/2019, 06:06 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sepekan sebelum pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan soal nuklir.

Dia mengaku tidak terburu-buru agar Korut melakukan denuklirisasi secara penuh, asalkan tidak menggelar uji coba senjata nuklir dan misil.

"Selama tidak ada uji coba, saya tidak terburu-buru," katanya, Selasa (19/2/2019), seperti dikutip dari USA Today.

Baca juga: Umumkan Darurat Tembok Perbatasan, Trump Digugat 16 Negara Bagian AS

"Tapi jika ada uji coba, itu hal yang berbeda," imbuhnya.

Seperti diketahui, Trump akan berada ke Hanoi, Vietnam, pada 27-28 Februari 2019. Di sana, dia bakal menghabiskan waktu selama dua hari menggelar pertemuan kedua dengan Kim.

Pada KTT pertama di Singapura pada tahun lalu, Kim berjanji untuk menghapus program senjata nuklir yang dikembangkan negaranya.

Sementara itu, Korut ingin AS dan negara lain mulai mengurangi sanksi ekonomi.

Dalam panggilan telepon selama 35 menit dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Trump mengatakan bahwa Moon menawarkan bantuan apa pun yang bisa diberikan.

"Menghubungkan kembali jalur kereta api atau jalan antara kedua Korea hingga kerja sama ekonomi antar-Korea lainnya," katanya, merujuk pada pernyataan Moon.

Trump berjanji akan menelepon lagi untuk membagikan hasil pertemuan dengan Kim secepatnya.

Dia mengaku tidak memiliki jadwal yang mendesak untuk denuklirisasi dan berharap mendengar langsung perkembangan hal itu dari Kim.

Baca juga: Trump Bisa Jadi Tamu Negara Pertama yang Bertemu Kaisar Baru Jepang

"Saya tidak punya jadwal yang mendesak," ucapnya.

"Saya pikir pertemuan itu akan menjadi beberapa hari yang sangat menyenangkan," katanya.

Politico mencatat, pejabat intelijen AS pada bulan ini melaporkan kepada Kongres bahwa Korut tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara penuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.