Trump: Saya Tak Buru-buru Menanti Denuklirisasi Penuh Korea Utara

Kompas.com - 20/02/2019, 06:06 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni 2018 lalu.AFP / SAUL LOEB Presiden AS Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni 2018 lalu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sepekan sebelum pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan soal nuklir.

Dia mengaku tidak terburu-buru agar Korut melakukan denuklirisasi secara penuh, asalkan tidak menggelar uji coba senjata nuklir dan misil.

"Selama tidak ada uji coba, saya tidak terburu-buru," katanya, Selasa (19/2/2019), seperti dikutip dari USA Today.

Baca juga: Umumkan Darurat Tembok Perbatasan, Trump Digugat 16 Negara Bagian AS

"Tapi jika ada uji coba, itu hal yang berbeda," imbuhnya.

Seperti diketahui, Trump akan berada ke Hanoi, Vietnam, pada 27-28 Februari 2019. Di sana, dia bakal menghabiskan waktu selama dua hari menggelar pertemuan kedua dengan Kim.

Pada KTT pertama di Singapura pada tahun lalu, Kim berjanji untuk menghapus program senjata nuklir yang dikembangkan negaranya.

Sementara itu, Korut ingin AS dan negara lain mulai mengurangi sanksi ekonomi.

Dalam panggilan telepon selama 35 menit dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Trump mengatakan bahwa Moon menawarkan bantuan apa pun yang bisa diberikan.

"Menghubungkan kembali jalur kereta api atau jalan antara kedua Korea hingga kerja sama ekonomi antar-Korea lainnya," katanya, merujuk pada pernyataan Moon.

Trump berjanji akan menelepon lagi untuk membagikan hasil pertemuan dengan Kim secepatnya.

Dia mengaku tidak memiliki jadwal yang mendesak untuk denuklirisasi dan berharap mendengar langsung perkembangan hal itu dari Kim.

Baca juga: Trump Bisa Jadi Tamu Negara Pertama yang Bertemu Kaisar Baru Jepang

"Saya tidak punya jadwal yang mendesak," ucapnya.

"Saya pikir pertemuan itu akan menjadi beberapa hari yang sangat menyenangkan," katanya.

Politico mencatat, pejabat intelijen AS pada bulan ini melaporkan kepada Kongres bahwa Korut tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara penuh.


Terkini Lainnya


Close Ads X