Pemimpin Junta Thailand Sebut Isu Kudeta sebagai Berita Bohong

Kompas.com - 11/02/2019, 16:33 WIB
Suasana pendaftaran calon peserta pemilihan umum di Bangkok, Thailand, Senin (4/2/2019). AFP / ROMEO GACADSuasana pendaftaran calon peserta pemilihan umum di Bangkok, Thailand, Senin (4/2/2019).

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemimpin junta militer Thailand menepis desas-desus yang menyebutkan adanya ancaman kudeta jelang dilaksanakannya pemilihan umum yang dijadwalkan digelar 24 Maret mendatang.

Kabar akan adanya penggulingan kekuasaan tersebut muncul setelah salah satu partai peserta pemilu, Thai Raksa Chart mengusung putri kerajaan Thailand, Ubolratana Rajakanya sebagai kandidat perdana menteri.

Langkah partai yang dikabarkan dekat dengan mantan perdana menteri Thaksin Shiwanatra itu mengusik Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.

Raja Maha Vajiralongkorn dalam pernyataannya, yang jarang dilakukan berkenaan dengan politik, menyebut bahwa monarki berada di atas politik dan menggambarkan pencalonan kakak perempuannya dalam pemilihan perdana menteri sebagai tindakan yang sangat tidak pantas.

Baca juga: Raja Thailand Kecam Upaya Kakaknya Jadi Calon Perdana Menteri

Segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga kerajaan Thailand dilindungi oleh undang-undang lese majeste yang paling ketat di dunia, dengan titah raja tidak dapat dibantah.

Partai Thai Raksa Chart yang disebut menjadi pilar utama Thaksin, dengan cepat mematuhi perintah tersebut dan membatalkan pencalonan Putri Ubolratana.

Namun keputusan untuk pencoretan nama Putri Ubolratana baru akan diambil setelah pertemuan komisi pemilihan Thailand pada Senin (11/2/2019).

Kabar tentang isu kudeta juga ramai dibicarakan di media sosial Twitter dengan munculnya tagar #coup menjadi tren di Thailand.

Menanggapi desas-desus yang tersebar luar, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, sekaligus pemimpin junta militer Thailand, yang memimpin penggulingan pemerintahan PM Yingluck Shinawatra pada 2014, mencoba menepisnya.

"Rumor? Kami telah menyelidiki. Berita palsu," kata Prayut kepada wartawan di kantor pemerintah, Senin (11/2/2019).

Pemerintahan di Thailand telah cukup akrab dengan aksi kudeta yang tercatat pernah terjadi hingga 12 kali sejak akhir masa monarki absolut pada 1932.

Selain memutuskan kepastian keikutsertaan Putri Ubolratana dalam pemilihan, komisi pemilihan Thailand juga akan mempertimbangkan desakan untuk pencoretan partai Thai Raksa Chart dari peserta pemilu.

Baca juga: Pernyataan Raja Thailand Bikin Putri Ubolratana Batal Jadi Calon Perdana Menteri

Sebuah petisi yang mendesak diskualifikasi partai tersebut juga telah diajukan.

"Pernyataan raja memperjelas bahwa partai tersebut telah melanggar hukum pemilu," kata Srisuwan Janya, sekretaris jenderal Asosiasi untuk Perlindungan Konstitusi kepada Reuters dan dikutip Channel News Asia.

Ketua Eksekutif Thai Raksa Chart Chaturon Chaisaeng menolah berkomentar tentang desakan pembubaran partai.

Dalam pernyataannya, Minggu (10/2/2019), partai itu menegaskan bakal tetap melangkah maju dalam pemilihan untuk memecahkan permasalahan negara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X