Pernyataan Raja Thailand Bikin Putri Ubolratana Batal Jadi Calon Perdana Menteri

Kompas.com - 09/02/2019, 19:47 WIB
Dalam foto bertanggal 24 Maret 2010, Putri Thailand Ubolratana Rajakanya mengunjungi Pameran Seni Hong Kong.AFP/MIKE CLARKE Dalam foto bertanggal 24 Maret 2010, Putri Thailand Ubolratana Rajakanya mengunjungi Pameran Seni Hong Kong.

BANGKOK, KOMPAS.com - Upaya Putri Ubolratana Rajakanya maju menjadi calon Perdana Menteri Thailand akhirnya harus kandas.

Itu setelah partai pengusungnya, Thai Raksa Chart, memilih untuk mematuhi pernyataan resmi yang dikeluarkan Raja Maha Vajiralongkorn.

"Thai Raksa Chart bersedia untuk mematuhi perintah kerajaan," demikian pernyataan partau memalui pesan LINE, seperti dilansir AFP Sabtu (9/2/2019).

Baca juga: Raja Thailand Kecam Upaya Kakaknya Jadi Calon Perdana Menteri

Thai Raksa menambahkan, mereka siap untuk menghormati tradisi dan adat kerajaan sesuai dengan konstitusi Thailand, serta mengumumkan pembatalan agenda kampanye.

Awalnya, partai yang berafiliasi dengan mantan PM Thaksin Shinawatra itu mencalonkan Putri Ubolratana pada Jumat (8/2/2019).

Pencalonan Ubolratana itu dianggap bisa jadi ancaman ambisi petahana Prayuth Chan-o-Cha yang menjungkalkan PM Yingluck Shinawatra yang merupakan adik Thaksin pada 2014.

Namun, upaya putri 67 tahun itu mendapat tanggapan dari Raja Vajiralongkorn yang notabene adiknya beberapa jam kemudian melalui pernyataan resmi.

Raja yang bakal dilantik pada 2019 ini tersebut mengatakan menyeret anggota kerajaan ke dalam politik bertentangan dengan tradisi dan "tidak pantas".

Thailand merupakan negara dengan penerapan lese majeste (pasal pelindung keluarga kerajaan) paling ketat di dunia, dengan titah raja tak bisa dibantah.

Para bangsawan maupun selebritis Negara "Gajah Putih" langsung mengapresiasi pernyataan Raja Vajiralongkorn dengan menyerukan "Hidup Sang Raja".

Kelompok yang menyebut diri sebagai Champ 1984 menuturkan mereka sangat kecewa kepada Thai Raksa karena berani mendaftarkan anggota keluarga kerajaan.

Pakar menjelaskan dengan keputusan Thai Raksa, maka junta militer punya kans kuat untuk memenangkan pemilihan umum pada 24 Maret mendatang.

Chan-o-Cha yang merupakan pemimpin junta mendeklarasikan diri dengan bendera Partai Phalang Pracharat yang condong kepada militer.

Halaman:


Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X