Terbangkan "Drone" di Dekat Parlemen, Pria Perancis Ditahan Otoritas Myanmar - Kompas.com

Terbangkan "Drone" di Dekat Parlemen, Pria Perancis Ditahan Otoritas Myanmar

Kompas.com - 11/02/2019, 15:20 WIB
Ilustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar.THINKSTOCK Ilustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Seorang pria warga negara Perancis telah ditahan di Myanmar, setelah kedapatan mencoba menerbangkan sebuah pesawat tanpa awal alias drone di dekat gedung parlemen negara itu.

Dikutip dari AFP, turis Perancis yang ditahan itu bernama Arthur Desclaux dan diketahui berusia 27 tahun. Foto-foto yang menampilkan pria Perancis, bersama paspor dan drone yang ditahan, dirilis oleh media lokal.

"Dia ditahan pada Kamis 7 Februari lalu karena menerbangkan pesawat tanpa awak di dekat parlemen," kata pihak kedutaan Perancis, Senin (11/2/2019), menambahkan bahwa turis itu masih ditahan di Naypyidaw.

Baca juga: Gara-gara Terbangkan Drone, Pria Ini Terancam Dipenjara 10 Tahun

"Pihak keluarga turis itu telah diberitahu tentang penangkapannya dan staf kedutaan tengah berusaha untuk menjamin kebebasannya," tambah pernyataan kedutaan.

Kabar penangkapan seorang pria Perancis itu juga telah dikonfirmasi petugas kepolisian setempat.

"Dia telah didakwa berdasarkan pasal 8 undang-undang ekspor dan impor," kata petugas kepolisian Min Tin kepada AFP.

"Dia menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun jika dinyatakan bersalah," tambahnya.

Belum diketahui alasan Desclaux menerbangkan drone tersebut di dekat gedung parlemen Myanmar di Naypyidaw.

Insiden serupa pernah terjadi pada Oktober 2017 lalu dengan tiga orang jurnalis bersama seorang pengemudi ditahan karena menerbangkan drone.

Wartawan Lau Hon Meng dari Singapura dan Mok Choy Lin dari Malaysia beralasan sedang membuat film dokumenter untuk stasiun negara Turki, TRT.

Keduanya dibantu seorang reporter Myanmar bernama Aung Naing Soe dan seorang pengemudi Hla Tin.

Di bawah undang-undang yang berlaku di Myanmar, keempat orang tersebut dijatuhi hukuman dua bulan penjara.

Baca juga: Gunakan Drone, Polisi di China Temukan Pria yang Tersesat di Gurun


Terkini Lainnya

Jokowi: Debat kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Jokowi: Debat kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Nasional
Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Megapolitan
Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Nasional
Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Internasional
Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional
Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Nasional
Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Regional
KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

Nasional

Close Ads X