Gara-gara Terbangkan "Drone", Pria Ini Terancam Dipenjara 10 Tahun - Kompas.com

Gara-gara Terbangkan "Drone", Pria Ini Terancam Dipenjara 10 Tahun

Kompas.com - 13/06/2017, 14:24 WIB
Getty/Independent James Ricketson (kanan) sedang merekam aksi unjuk rasa oposisi di Phnom Pehn, Kamboja.

PHNOM PEHN, KOMPAS.com - Seorang pria Australia terancam hukuman penjara 10 tahun di Kamboja setelah dia menerbangkan drone di atas kampanye kelompok oposisi.

James Ricketson (68), seorang pembuat film, dituduh melakukan tindakan mata-mata oleh pemerintah Kamboja.

Jika terbukti bersalah maka Ricktetson terancam hukuman penjara antara lima hingga 10 tahun.

Baca: Kamboja Bekukan Praktik Ekspor Susu Manusia ke AS

Dia ditangkap setelah terlihat menerbangkan drone di atas kampanye CNRP, partai oposisi terbesar di Kamboja.

Setelah ditangkap Ricketson ditahan di pejara Prey Sar di Phnom Pehn utuk menanti pengadilan.

Pria Australia itu dituduh melakukan tindakan mata-mata dan mengumpulkan informasi yang bisa membahayakan keamanan nasional.

Luo Rabo, wakil kepala polisi setempat mengatakan kepada Australia Associated Press bahwa Ricketson ditahan saat tak bisa menunjukkan paspornya.

"Dia tak merespon saat ditanya alamat tempat tinggalnya. Saat diinterogasi, dia tak menjawab, artinya dia tinggal di negeri ini secara ilegal, itu sebabnya kami tangkap dia," ujar Rabo.

Seorang pakar hukum Kamboja, Sok Sam Oeun kepada Cambodia Daily mengatakan, sistem hukum di Kamboja memang memungkinkan aparat menangkap seseorang yang diduga melakukan kejahatan.

Baca: Tiru Trump, Otoritas Kamboja Ancam Usir Wartawan Kantor Berita

Oeun menyarankan agar Ricketson mencari pengacara yang baik untuk mewakilinya di persidangan.

Ricketson sudah membuat film sejak 1970-an dan kerap mengkritik pemerintah Kamboja. Belum lama ini lewat akun Facebooknya, Ricketson menyebut pemerintahan negeri itu sebagai diktator.


EditorErvan Hardoko

Terkini Lainnya

Polisi Temukan Kebun Ganja di Area Perhutani Purwakarta

Polisi Temukan Kebun Ganja di Area Perhutani Purwakarta

Regional
CEK FAKTA: Jokowi Klaim Bangun 191.000 Kilometer Jalan Desa dari Dana Desa

CEK FAKTA: Jokowi Klaim Bangun 191.000 Kilometer Jalan Desa dari Dana Desa

Nasional
Sidang Staf Gubernur Aceh, Jaksa KPK Hadirkan Dirjen Perimbangan Kemenkeu

Sidang Staf Gubernur Aceh, Jaksa KPK Hadirkan Dirjen Perimbangan Kemenkeu

Nasional
Sakit Flu Berat, Pemeriksaan Ketum PA 212 Ditunda

Sakit Flu Berat, Pemeriksaan Ketum PA 212 Ditunda

Regional
6 Fakta Wabah Anjing Rabies di NTB, Enam Meninggal di Dompu hingga Ciri Manusia dan Anjing Terjangkit Rabies

6 Fakta Wabah Anjing Rabies di NTB, Enam Meninggal di Dompu hingga Ciri Manusia dan Anjing Terjangkit Rabies

Regional
Data Menunjukkan Konflik Agraria Masih Marak, Ini Kata Jokowi

Data Menunjukkan Konflik Agraria Masih Marak, Ini Kata Jokowi

Nasional
Sangat Menyesal Gabung dengan ISIS, Sekarang Hoda Ingin Pulang ke AS

Sangat Menyesal Gabung dengan ISIS, Sekarang Hoda Ingin Pulang ke AS

Internasional
Akar Masalah Kesejahteraan Petani Belum Jadi Perhatian Capres Saat Debat

Akar Masalah Kesejahteraan Petani Belum Jadi Perhatian Capres Saat Debat

Nasional
Walhi Anggap Debat Capres Menakutkan Dalam Konteks Perubahan Iklim

Walhi Anggap Debat Capres Menakutkan Dalam Konteks Perubahan Iklim

Nasional
Fakta Tewasnya Pebalap Nasional M Zaky, Serempet Pelaku hingga Ditusuk 2 Kali

Fakta Tewasnya Pebalap Nasional M Zaky, Serempet Pelaku hingga Ditusuk 2 Kali

Regional
Pesan Bupati Indah untuk Kepala Desa Sepakat Terpilih

Pesan Bupati Indah untuk Kepala Desa Sepakat Terpilih

Regional
Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Tanah Datar Meninggal, Ini Kronologinya

Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Tanah Datar Meninggal, Ini Kronologinya

Regional
Presiden: Jangan Jaminkan Sertifikat Tanah agar Bisa Beli Mobil

Presiden: Jangan Jaminkan Sertifikat Tanah agar Bisa Beli Mobil

Megapolitan
Pemkot Jakut Siapkan GOR dan Kantor Camat untuk Simpan Logistik Pemilu

Pemkot Jakut Siapkan GOR dan Kantor Camat untuk Simpan Logistik Pemilu

Megapolitan
Lewat Youtube, Bocah 8 Tahun Ini Raup Rp 310 Miliar Setahun

Lewat Youtube, Bocah 8 Tahun Ini Raup Rp 310 Miliar Setahun

Internasional

Close Ads X