Kompas.com - 04/02/2019, 17:59 WIB

Seperti diketahui, 7 negara Uni Eropa memberikan tenggat waktu hingga Minggu (3/2/2019) tengah malam agar dia mengadakan pilpres atau bakal mengakui Guaido sebagai pemimpin negeri yang didera masalah ekonomi tersebut.

Laporan AFP menyebutkan, Maduro tidak mempedulikan peringatan dari negara lain yang terus memintanya untuk mengundurkan diri.

"Kenapa Uni Eropa harus minta sebuah negara di dunia yang telah menggelar pemilu harus mengadakan pemilu presiden lagi? Itu karena mereka tidak menang oleh sekutu sayap kanan mereka," katanya di Caracas.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Venezuela Mengaku Keluarganya Diancam Pasukan Khusus

"Mereka berusaha untuk menyudukan kita dengan ultimatum supaya memaksa kita berada dalam situasi konfrontrasi yang ekstrem," imbuhnya.

Di bawah kepemimpinan Maduro, negara kaya minyak itu mengalami krisis ekonomi yang menyebabkan hiperinflasi dan kekurangan pangan serta obat.

AS, Kanada, Australia, dan beberapa negara Amerika Latin sebelumnya telah mengakui Guaido dan menuntut Maduro mundur dari kekuasaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.