"Ostarbeiter", Pekerja Paksa yang Jadi Korban Nazi di Perang Dunia II

Kompas.com - 26/01/2019, 14:47 WIB
Ostarbeiter Wikipedia CommonsOstarbeiter

Hampir sama seperti pekerja romusha ala Jepang, para ostarbeiter ini hidup tak menentu di Jerman. Mereka bekerja di pabrik-pabrik, tambang, peternakan sesuai dengan siapa yang membayar upah yang dianggap paling tinggi.

Mereka yang bekerja di pabrik bernasib malang. Mereka kurang tidur, kerja keras, dan hidup kelaparan di kamp kerja paksa. Pengusaha memberi makan sehari sekali dengan semangkuk sup, dengan wortel, dan rutabaga.

Rutabaga merupakan sayuran termurah di Jerman, tidak dicuci, akar dan pucuknya masih menempel, dan dilemparkan begitu saja kepada para pekerja. Kondisi itu menjadikan pekerja rentan terkena tipes dan malaria.

Beberapa pekerja pabrik dibayar sedikit. Uang itu hanya memberi mereka kesempatan membeli kartu pos atau pakaian di toko.

Dilansir dari RBTH, banyak pemuda yang mencoba melarikan diri dari kamp kerja paksa namun mereka tertangkap dan mendapat kekerasan fisik.

Akibatnya dibawa menuju Auschwitz, lalu ke kamp konsentrasi di dekat Magdeburg, dan banyak yang tidak selamat.

Sementara itu, kekerasan tak dialami semua ostarbeiter. Ada sebagian dari mereka yang mendapatkan tuan yang baik bahkan dianggap seperti anggota keluarga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka mendapatkan gaji sebagai mana mestinya dan tinggal dalam rumah yang aman untuk melayani keluarga Jerman.

Ketika Jerman di ujung tanduk

Kemenangan Sekutu pada 1945 membawa dampak yang sulit bagi para pekerja. Mereka harus berlindung dari berbagai serangan Sekutu, karena Jerman dibombardir.

Ketika mereka dikembalikan ke Uni Soviet, kendala pertama adalah harus menjalani masa-masa rehabilitasi dulu oleh dinas intelijen Soviet. Mereka diinterogasi, baik tahanan perang maupun warga sipil.

Ada yang ditahan pemerintah, ada juga yang hidup bebas. Namun kehidupan pun tak lebih mudah bagi mereka yang pulang ke rumah. Bekas tawanan Jerman menjadi cap seumur hidup.

Banyak dari mereka yang membisu selama bertahun-tahun, agar tak mendapat cercaan dari tetangganya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber RBTH
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.