"Ostarbeiter", Pekerja Paksa yang Jadi Korban Nazi di Perang Dunia II

Kompas.com - 26/01/2019, 14:47 WIB
Ostarbeiter Wikipedia CommonsOstarbeiter

KOMPAS.com - Pemerintahan fasisme yang diterapkann pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, mulai merebak ke sejumlah negara. Setelah Jerman melakukan invasi tetangganya di Eropa, dominasinya diperkuat Italia dan Jepang yang tergabug dalam Negara Poros.

Tentara Nazi mulai melakukan penjarahan dan penguasaan sejumlah wilayah. Mereka menguasai berbagai titik di Perancis dan juga di negara sebelah timurnya.

Pada awal 1940-an, tentara Jerman mulai memaksa jutaan orang Ukraina, Belarus dan Rusia untuk dibawa ke Jerman. Mereka akan dipaksa untuk bekerja demi menunjang mobilitas dan pergerakan Jerman.

Kerja paksa ala Nazi

Ketika masa Perang Dunia II mulai memanas, Nazi membutuhkan tenaga kerja. Perekonomian Jerman membutuhkan sokongan banyak orang. Selain itu, perekonomian Jerman berjuang mati-matian karena sebagian besar pekerja menjadi tentara Wehrmacht.

Salah satu solusi utamanya adalah dengan mendatangkan orang-orang dari luar Jerman untuk bekerja di sektor industri dan pertanian Jerman.

Baca juga: Stella Goldschalg, Pengkhianat yang Bikin 3.000 Kaum Yahudi Dibunuh Nazi

OstarbeiterBundesarchiv Ostarbeiter
Akhirnya, rencana ini mulai diberlakukan oleh Jerman. Jutaan orang dibawa menuju Jerman. Pada awalnya, Nazi mencoba bicara dengan baik, memanggil penduduk lokal yang diduduki untuk bekerja di Jerman.

Mereka diberi iming-iming rumah, bayaran yang tinggi dan kehidupan yang layak di Jerman. Surat pemberitahuan ini dikirim ke beberapa negara yang jadi wilayah pendudukan Jerman agar mereka semua tertarik.

Kemudian, Nazi menggunakan kekerasan. Anak buah Hitler ini mengumpulkan orang-orang Ukraina, Belarus, dan Rusia, terutama anak-anak dan remaja di desa-desa dan kota-kota, dan memaksa mereka naik kereta ke Jerman.

Mereka yang datang dari Uni Soviet disebut "ostarbeiter" atau "pekerja dari Timur". Status pekerja ini dianggap rendah dan mendapat perlakuan kejam.

Baca juga: Melihat Kembali Perayaan Natal yang Dilakukan Hitler dan Nazi...

Perlakuan tak manusiawi

Ketika kereta sampai di Jerman, para pekerja ini tak mendapat perlakukan baik dari pemerintah. Seperti budak, para pekerja "dijual".

Halaman:


Sumber RBTH
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X