MBS Masih Minta Nasihat kepada Terduga Otak Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kompas.com - 12/01/2019, 15:33 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman.AFP/FAYEZ NURELDINE Pangeran Mohammed bin Salman.

RIYADH, KOMPAS.com - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ( MBS) dilaporkan masih meminta nasihat dengan mantan penasihatnya, Saud al-Qahtani.

Diwartakan The Washington Post via Al Jazeera Jumat (11/1/2019), Qahtani merupakan terduga otak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Mengutip sumber dari Amerika Serikat (AS), Qahtani masih memiliki pekerjaan yang belum diselesaikan sebagai penasihat MBS.

Baca juga: 100 Hari Kematian Khashoggi, Dunia Masih Berduka


"Gagasan bahwa Anda bisa memiliki perpecahan radikal dengannya nampaknya tidak realistis," tutur sumber AS tersebut.

Hal senada juga disampaikan sumber yang dekat dengan kerajaan. "Dia (Qahtani) masih mempunyai pekerjaan yang harus diserahkan," katanya.

Pernyataan resmi pemerintah tentang Qahtani pada 15 November 2018. Yakni ketika dia berada dalam investigasi kasus Khashoggi, dan dilarang meninggalkan Saudi.

Jabatannya sebagai penasihat bidang informasi dicopot setelah namanya masuk ke dalam radar penyidik buntut pembunuhan jurnalis 59 tahun itu.

Dia diyakini memegang peranan pembunuhan Khashoggi dengan jalan pertama membujuk si jurnalis agar bersedia kembali ke Riyadh.

Dia bertemu tim pembunuh sebelum mereka berangkat ke Istanbul, Turki, dan diduga memberi pesan agar Khashoggi dibunuh jika menolak untuk pulang.

Sumber lain berkata meski telah dilarang meninggalkan Saudi, Qahtani dilaporkan masih melakukan dua perjalanan ke Uni Emirat Arab.

Selain itu, baru-baru ini dia juga bertemu pejabat senior Pusat Studi dan Media di kediamannya, di mana dia mengatakan telah dijadikan kambing hitam.

Baik sumber AS dan Saudi menuturkan, putra mahkota 33 tahun itu masih terus melanjutkan kampanye kejam untuk melawan para pembangkang.

Salah satu buktinya adalah kampanye media sosial secara agresif untuk menyerang Khashoggi dan pengkritiknya yang berbasis di Kanada, Omar Abdel Aziz.

Sumber itu menjelaskan secara domestik, putra mahkota yang menjabat pada 2017 itu tidak akan bisa disentuh jika telah menggenggam kekuasaan.

"Dia nampaknya tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi. Jelas pemerintah negara Barat sangat mengkhawatirkannya," kata sumber itu.

Khashoggi dibunuh di gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 ketika mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Dari keterangan sumber penyelidik Turki, kolumnis The Post itu dibunuh dengan cara dicekik kemudian jenazahnya dimutilasi.

Baca juga: Cabut Komedi Satire soal Khashoggi, Netflix Dikritik Aktivis HAM



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional

Close Ads X