Cabut Komedi Satire soal Khashoggi, Netflix Dikritik Aktivis HAM

Kompas.com - 03/01/2019, 08:03 WIB
Potongan rekaman kamera pengawas memperlihatkan Jamal Khashoggi (kiri) ketika memasuki gedung konsulat di Istanbul, Turki. Sedangkan foto kanan adalah pelaku yang mengenakan pakaian sama dengan Khashoggi beberapa jam setelah jurnalis 60 tahun itu memasuki gedung.via CNN Potongan rekaman kamera pengawas memperlihatkan Jamal Khashoggi (kiri) ketika memasuki gedung konsulat di Istanbul, Turki. Sedangkan foto kanan adalah pelaku yang mengenakan pakaian sama dengan Khashoggi beberapa jam setelah jurnalis 60 tahun itu memasuki gedung.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Keputusan layanan tayangan berbayar Netflix untuk mencabut komedi satire yang membahas soal jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi membuat mereka dikritik pegiat HAM.

Episode Patriot Act with Hasan Minhaj berisi kritikan terhadap Saudi atas kasus pembunuhan Khashoggi yang terjadi Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Secara spesifik, Minhaj mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang dianggap memerintahkan pembunuhan itu, serta kampanye Saudi di Yaman.

Baca juga: Diprotes Saudi, Netflix Cabut Episode Komedi yang Sindir Kasus Khashoggi


Netflix memutuskan mencabut episode itu setelah Saudi melayangkan protes, dan menganggap tayangan itu melanggar undang-undang siber mereka.

Dilansir AFP Rabu (2/1/2019), dalam UU tersebut, disebutkan produsen konten yang dianggap melanggar ketertiban umum bisa diancam penjara hingga lima tahun.

Dalam keterangan resmi, Netflix sangat mendukung seni kebebasan berpendapat maupun hukum lokal yang ada di seluruh dunia.

"Kami memutuskan mencabut episode itu hanya di Saudi setelah kami menerima permintaan secara legal dan valid," terang Netflix.

Keputusan itu menuai kritikan dari direktur kampanye Amnesty's Middle East Samah Hadid. Dia berkata Saudi kembali menekan kebebasan berpendapat.

"Dengan tunduk kepada permintaan Saudi, Netflix terancam menyediakan momen bagi Saudi untuk menekan setiap kebebasan berekspresi dan informasi," ujarnya.

Sarah Leah Whitson dari Human Rights Watch menyoroti ucapan Netflix bahwa mereka sangat mendukung seni kebebasan berpendapat.

"Seharusnya, mereka tak tunduk pada keinginan pemerintah yang tak memberikan kebebasan berekspresi kepada setiap warganya," kritik Leah.

Adapun Minhaj menyindir pencabutan itu dengan mengatakan cara terbaik untuk menghentikan sebuah tayangan yang sedang viral adalah menghapusnya.

"Mari tidak lupakan fakta bahwa krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini sedang terjadi di Yaman. Mari kita berdonasi," ujar Minhaj.

Sebelumnya, Khashoggi dibunuh di gedung Konsulat Saudi di Istanbul saat mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Berdasarkan buku Diplomatic Atrocity: Dark Secrets of the Khashoggi Murder, tim eksekutor sempat meminta Khashoggi kembali ke Saudi.

Namun karena Khashoggi menolak, maka mereka mulai melakukan proses pembunuhan dengan cara mencekik dan kemudian memutilasi jenazahnya.

Dalam buku itu juga dipaparkan pelaku yang bertugas memutilasi jenazah Khashoggi saat ini bersembunyi di sebuah villa dengan kolam renang.

Baca juga: Pelaku Memutilasi Jenazah Jamal Khashoggi dalam Waktu 30 Menit



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Internasional
Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

Internasional
Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Internasional
Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Internasional
PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Internasional
Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional

Close Ads X