100 Hari Kematian Khashoggi, Dunia Masih Berduka - Kompas.com

100 Hari Kematian Khashoggi, Dunia Masih Berduka

Kompas.com - 11/01/2019, 10:36 WIB
Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi  dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.AFP/BULENT KILIC Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Sejak kematiannya, jenazahnya tidak pernah ditemukan dan kasusnya juga masih diselimuti misteri.

Untuk menandai 100 hari kematian Khashoggi, Anggota parlemen Amerika Serikat, rekan kerja sang jurnalis, dan kelompok kebebasan pers mengenang sosok yang menjadi bagian dari Time Person of the Year 2018 itu.

Menampilkan protret Khashoggi menghadap bendera AS, upacara dimulai dengan momen hening.


Baca juga: Sidang Kasus Pembunuhan Khashoggi Dimulai, 5 Tersangka Diancam Hukuman Mati

"Pembunuhan Khashoggi merupakan kekejaman dan penghinaan terhadap kemanusiaan," kata Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Kamis (10/1/2019).

"Jika kita memutuskan bahwa kepentingan komersial harus mengganti pernyataan yang kita buat dan ambil, maka kita telah kehilangan moral untuk membahas kekejaman di mana pun, kapan pun," ucapnya.

Pernyataan Pelosi merujuk pada respons Presiden AS Donald Trump terhadap Saudi atas kasus Khashoggi, yang memicu kemarahan anggota parlemen di seluruh spektrum politik.

CEO Washington Post Fred Ryan mengatakan, kematian Khashoggi bukan hanya tentang pembunuhan seorang jurnalis yang tidak bersalah.

"Pembunuhan Jamal adalah bagian dari serangan yang meningkat terhadap kebebasan pers yang dilakukan oleh para tiran di seluruh dunia," tuturnya, seperti diwartakan AFP.

Seorang perempuan memegang papan Jalan Jamal Khashoggi ketika Amnesty internasional berkumpul di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Kamis (10/1/2019). (AFP/OZAN KOSE). Seorang perempuan memegang papan Jalan Jamal Khashoggi ketika Amnesty internasional berkumpul di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Kamis (10/1/2019). (AFP/OZAN KOSE).
Sementara itu, Direktur Reporter without Borders cabang Amerika, Margaux Ewen, memperingatkan bahwa wartawan, blogger, dan pekerja media berada di bawah ancaman setiap hari.

"Bersama-sama, mari kita pastikan pengorbanan orang-orang seperti Jamal tidak sia-sia," katanya.

Amnesty International sebelumnya juga memohon penyelidikan yang dipimpin PBB atas kematian Khashoggi.

Baca juga: Cabut Komedi Satire soal Khashoggi, Netflix Dikritik Aktivis HAM

"Kami sekali lagi menyerukan penyelidikan internasional di bawah otoritas PBB terhadap pembunuhan Jamal Khashoggi," ujar Goksu Ozahishali, salah satu perwakilan kelompok hak asasi di Turki.

"Kami menuntut keadilan bagi Jamal Khashoggi yang berjuang untuk kebebasan berekspresi di dunia Arab," kata Ozahishali.

Aktivis Amnesty International kemudian secara simbolis menggantungkan tanda jalan bertuliskan "Jamal Khashoggi Street" di dekat konsulat Saudi, untuk menandai 100 hari kematian sang jurnalis.


Terkini Lainnya

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Regional
Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan

Close Ads X