Samakan Tembok Perbatasan dengan Kandang Kebun Binatang, Putra Trump Dikecam - Kompas.com

Samakan Tembok Perbatasan dengan Kandang Kebun Binatang, Putra Trump Dikecam

Kompas.com - 10/01/2019, 15:20 WIB
Putra Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Jr.AFP / JIM WATSON Putra Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Jr.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Putra Presiden AS, Donald Trump Jr menuai kecaman atas komentarnya yang dianggap terkait proyek tembok perbatasan dengan Meksiko yang sedang diusung sang ayah.

Trump Jr menuliskan komentar dalam akun Instagram miliknya, yang dinilai telah merendahkan para imigran yang mencoba menyeberang perbatasan dari Meksiko.

Dalam komentarnya, Trump Jr seolah menyamakan tembok perbatasan yang sedang dibangun sama dengan pagar pada kandang hewan di kebun binatang.

"Anda tahu kenapa Anda menikmati saat berkunjung ke kebun binatang? Karena temboknya berfungsinya dengan baik," tulis Trump Jr dalam fitur Instagram story, Rabu (9/1/2019).


Baca juga: Trump Campur Tangan Terkait Pernyataan Anaknya, Trump Jr

Komentar itu ditulis Trump Jr di saat sang ayah, Presiden AS Donald Trump, sedang menyampaikan pidato kenegaraan yang sekali lagi menekankan perlunya pembangunan tembok di perbatasan selatan AS dengan Meksiko.

Komentar Trump Jr itu tak pelak memicu kritik dan kecaman dari massa anti-Trump, terutama di media sosial.

Jurnalis senior NBC News, Emily Jane Fox, yang juga seorang penulis, berkomentar, "Para imigran sebagai hewan-hewan dalam kandang, dari Putra Presiden".

Komentar lainnya datang dari Nick Jack Pappas, yang mengaku sebagai penulis, komedian, dan aktivis di akun Twitter-nya.

"Putra Presiden Amerika Serikat baru saja membandingkan para imigran pencari suaka dengan hewan di kebun binatang," tulisnya dalam akun @Pappiness.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Trump menyebut situasi di perbatasan AS dengan Meksiko saat ini sebagai "krisis hati dan jiwa".

Trump mengklaim, dengan membangun tembok perbatasan akan mengurangi bahaya terhadap warga Amerika dari para pengedar narkoba, geng kriminal, dan tenaga kerja migran, yang menurut Trump akan mengurangi pendapatan pekerja Afrika-Amerika dan Hispanik.

Dalam argumennya, Trump menganalogikan Tembok Perbatasan yang ingin dibangunnya seperti tembok rumah warga pada umumnya.

Dia bahkan mengatakan seorang politisi anti-tembok seperti mantan Presiden Barack Obama juga membangun tembok di sekitar rumah mereka.

"Pagar yang baik membuat tetangga yang baik. Mereka tidak membangun tembok karena mereka membenci orang-orang di luar. Tetapi karena mereka mencintai orang-orang di dalam (rumah mereka)," ujarnya.

Baca juga: Usai Serangan Teror, Donald Trump Jr Ledek Wali Kota London


Terkini Lainnya

Penangkapan Aris Idol Berawal dari Temuan 300 Butir Ekstasi

Penangkapan Aris Idol Berawal dari Temuan 300 Butir Ekstasi

Megapolitan
Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Megapolitan
Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Internasional
Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Megapolitan
Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Regional
Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional

Close Ads X