Kompas.com - 09/01/2019, 23:42 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Militer China disebut membutuhkan setidaknya tiga unit kapal induk yang mampu menampung pesawat, guna melindungi garis pantainya yang luas.

Selain itu, keberadaan armada kapal induk yang memadai dipandang perlu untuk memenuhi kepentingan negara dalam hubungan dengan luar negeri. Demikian disampaikan seorang pakar senior kelautan China.

"Negara kami memiliki sekitar 18.000 kilometer garis pantai. Selain itu perekonomian kita adalah melihat keluar dan kepentingan luar negeri kita terus berkembang," kata Zhang Junshe, anggota Institut Penelitian Kelautan, Rabu (9/1/2019).

"Semua itu mengharuskan kita untuk dapat mengirim pasukan militer ke laut yang jauh untuk melindunginya."

"Dalam situasi ini, saya menilai kita memerlukan setidaknya tiga kapal induk. Tentu saja, tergantung pada perkembangan, jumlah itu bisa saja berubah," ujar Zhang saat pertemuan dengan media lokal dan asing.

Baca juga: Sosok Pembangun Kapal Induk China Terancam Hukuman Mati

November lalu, China Daily mengutip kantor berita Xinhua mengabarkan bahwa China telah memulai proyek pembangunan kapal induknya yang ketiga. Meski pihak kementerian pertahanan belum memberi konfirmasi.

Sementara Angkatan Laut China, saat ini baru memiliki satu kapal induk yang telah beroperasi sejak 2012, yakni Liaoning. Kapal itu merupakan kapal bekas Soviet yang telah berusia 30 tahun.

Kapal induk kedua, yang sepenuhnya dibangun di China, dengan nama Tipe 001A, juga telah diluncurkan pada tahun lalu dan kini sedang dalam masa uji coba berlayar.

Jumlah tersebut, jauh tertinggal dari AS, yang memiliki hingga 11 kapal induk. Namun China telah setara dengan Rusia, Perancis, India, atau Inggris dengan masing-masing memiliki satu kapal induk.

"Sejak Peran Candu pertama pada 1840 hingga berdirinya Republik Rakyat China pada 1949, kita telah menderita 470 kali serangan laut dari negara-negara Barat dan juga Jepang," kata Zhang.

"Kita tidak akan pernah tahun kapan kita akan kembali diserang. Jadi alasan utama kita memperkuat pertahanan adalah untuk memastikan keamanan kita," tambahnya, seperti dilansir AFP.

Baca juga: Kapal Induk Baru Milik China Mulai Berlayar Akhir Bulan Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.