Sosok Pembangun Kapal Induk China Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 18/12/2018, 15:36 WIB
Kapal induk pertama China, hasil buatan dalam negeri diluncurkan dalam sebuah upacara di Dalian, Provinsi Liaoning, China, Rabu (26/4/2017). CHINA STRINGER NETWORKKapal induk pertama China, hasil buatan dalam negeri diluncurkan dalam sebuah upacara di Dalian, Provinsi Liaoning, China, Rabu (26/4/2017).
|

BEIJING, KOMPAS.com - Wakil direktur perusahaan yang membangun kapal induk pertama China terancam hukuman mati karena diduga memberikan informasi rahasia ke intelijen asing.

Sun Bo, mantan general manager Perusahaan Industri Perkapalan China (CSIC) sebelumnya sudah dinyatakan bersalah menerima suap.

Namun, setidaknya tiga sumber  yang dekat dengan proses penyidikan mengatakan,penegak hukum sedang mendalami dugaan lain.

Mereka menduga Sun Bo memberikan informasi rahasia soal Liaoning, kapal induk pertama China, ke intelijen asing.


Baca juga: Kapal Induk Baru Milik China Mulai Berlayar Akhir Bulan Ini

Sejauh ini belum jelas serahasia apa informasi yang diduga diberikan Sun Bo kepada intelijen asing itu.

Namun, sejumlah sumber mengatakan, jika dugaan ini terbukti maka Sun Bo terancam hukuman mati.

"Semua tergantung seberapa penting informasi yang diberikan Sun kepada para agen asing itu," ujar salah satu sumber yang dekat dengan proyek kapal induk ini.

"Jika informasi itu amat rahasia, maka hukuman mati menanti Sun Bo," tambah sumber itu.

Sumber lainnya yang dekat dengan angkatan laut mengatakan, Beijing ingin menggunakan kasus Sun ini sebagi peringatan terhadap para pejabat senior soal kampanye anti- korupsi Presiden Xi Jinping.

Sejak Xi Jinping berkuasa sebanyak 1,3 juta pejabat berbagai level terjerat kasus korupsi dan suap.

"Sun bukan hanya perwakilan negara sebagai pemilik CSIC tetapi dia adalah general manager dengan pengalaman soal membangun kapal yang amat mumpuni," ujar sang sumber.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X