Korea Utara Kembali Ancam Hentikan Proses Denuklirisasi Selamanya

Kompas.com - 17/12/2018, 10:11 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersama Presiden AS Donald Trump menyapa jurnalis pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersama Presiden AS Donald Trump menyapa jurnalis pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengecam langkah Amerika Serikat yang kembali menjatuhkan sanksi terhadap tiga pejabatnya dan mengancam bakal menutup jalan menuju denuklirisasi untuk selamanya.

Kecaman tersebut disampaikan Pyongyang, pada Minggu (16/12/2018), menyusul keputusan pemerintah AS yang memberlakukan sanksi kepada tiga pejabat senior Korea Utara yang dianggap telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Washington sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap tiga pejabat tinggi Korea Utara, termasuk Choe Ryong Hae, yang disebut sebagai tangan kanan Pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Dalam pernyataannya yang disiarkan oleh kantor berita KCNA, Korea Utara menyampaikan pujian terhadap Presiden AS Donald Trump, atas upayanya meningkatkan hubungan dengan Pyongyang.

Baca juga: Korea Utara: Sanksi AS Tidak Manusiawi

Namun Pyongyang juga menyebut Departemen Luar Negeri AS telah berupaya membawa hubungan antara Korea Utara dengan AS kembali pada status di tahun lalu yang ditandai dengan saling bertukar serangan.

Direktur Peneliti Kebijakan dari Institut Studi Amerika dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh AS telah sengaja melakukan provokasi atas sanksi kepada tiga pejabat.

"Apabila Washington percaya kebijakan peningkatan sanksi dan tekanan dapat memaksa Korea Utara menyerahkan persenjataan nuklirnya, maka mereka telah membuat kesalahan perhitungan terbesar."

" Sanksi justru akan menghalangi jalan menuju denuklirisasi di Semenanjung Korea untuk selamanya," bunyi pernyataan itu, seperti dilansir AFP.

Awal pekan lalu, Pemerintahan AS telah menjatuhkan sanksi kepada tiga pejabat Korea Utara dan menyatakan bakal menyita aset mereka di Amerika atas peranana mereka dalam menekan kebebasan berpendapat.

Sanksi tambahan tersebut diyakini hanya akan berdampak kecil terhadap pejabat dari salah satu negara paling tertutup di dunia itu.

Namun pemberian sanksi tersebut dipandang memiliki simbol perlawanan yang jelas di saat Korea Utara sedang mencari penerimaan yang lebih besar oleh AS.

Baca juga: Lagi, Prajurit Korea Utara Membelot ke Korea Selatan



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X