Kasus Pembunuhan Khashoggi: Intel Turki Beri Keterangan ke Senat AS - Kompas.com

Kasus Pembunuhan Khashoggi: Intel Turki Beri Keterangan ke Senat AS

Kompas.com - 08/12/2018, 15:38 WIB
Kepala Intelijen Turki Hakan Fidan. Dia dilaporkan memberikan keterangan kepada Senat Amerika Serikat terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.via Hurriyet Kepala Intelijen Turki Hakan Fidan. Dia dilaporkan memberikan keterangan kepada Senat Amerika Serikat terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

ANKARA, KOMPAS.com - Intelijen Turki dilaporkan menggelar pertemuan dengan Senat Amerika Serikat (AS) perihal pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) Hakan Fidan melakukan pertemuan tertutup dengan Senat bersama Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Gina Haspel.

Baca juga: Usai Bertemu CIA, Anggota Senat AS Sebut MBS Gila dan Berbahaya

Dilaporkan Hurriyet Jumat (7/12/2018), Fidan juga membawa agenda membahas isu FETO. Yakni Fetullah Gulen, sosok yang dianggap dalang kudeta gagal di Turki pada 2016.


Selepas salat Jumat, Presiden Recep Tayyip Erdogan berujar dia sebelumnya sudah memberi tugas Fidan untuk berkunjung ke Kanada selepas pertemuan G20 di Argentina.

Setelah itu, Fidan dilaporkan bakal singgah ke AS. Erdogan berkata dia tidak memahami apa yang dilakukan Fidan di Washington.

"Kemungkinan dia berada di sana untuk memberikan informasi kepada pejabat setempat terkait Khashoggi," tutur Erdogan.

Haspel sebelumnya pada Selasa (4/12/2018) sudah memberikan keterangan dengan Senat memberi respon Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman ( MBS) bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Dia berada di Turki pada 23 Oktober untuk membantu investigasi pembunuhan jurnalis 59 tahun itu, dan dilaporkan sempat mendengarkan rekaman pembunuhan yang diperoleh otoritas setempat.

Khashoggi yang tinggal di Washington dibunuh pada 2 Oktober di Konsulat Saudi Istanbul saat mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, hatice Cengiz.

Bukti yang dikumpulkan penyelidik memaparkan dia dibunuh oleh tim eksekutor Saudi berjumlah 15 orang, dan jenazahnya dimutilasi.

Awalnya pada 20 Oktober, Saudi menyatakan Khashoggi tewas akibat perkelahian di konsulat. Namun keterangan itu berubah.

Mereka mengakui bahwa Khashoggi dibunuh oleh tim eksekutor tersebut dan jenazahnya dimutilasi. Riyadh menyatakan sudah menangkap 21 orang.

Lima orang di antaranya mendapat tuntutan hukuman mati karena dianggap merencanakan dan melaksanakan pembunuhan tersebut.

Terbaru, Kantor Jaksa Penuntut Turki mengajukan surat perintah penangkapan kepada dua mantan pejabat Saudi yang dekat dengan MBS.

Dua sosok itu adalah Saud al-Qahtani, mantan penasihat bidang ekonomi, dan Ahmed al-Assiri, mantan Wakil Ketua Intelijen.

Baca juga: Turki Ungkap Kurir Saudi dalam Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X