Usai Bertemu CIA, Anggota Senat AS Sebut MBS Gila dan Berbahaya

Kompas.com - 05/12/2018, 11:50 WIB
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham berbicara kepada media usia pertemuan tertutup dengan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Gina Haspel kepada anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa (4/12/2018) di Capitol Hill di Washington DC. (AFP/Alex Wong) Senator Amerika Serikat Lindsey Graham berbicara kepada media usia pertemuan tertutup dengan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Gina Haspel kepada anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa (4/12/2018) di Capitol Hill di Washington DC. (AFP/Alex Wong)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA beberapa waktu lalu meyakini pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi dilakukan atas pertintah dari Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Kini, Direktur CIA Gina Haspel membeberkan laporan singkat terkait kasus tersebut kepada beberapa orang di Senat yang berfokus pada keamanan nasional secara tertutup di Capitol Hill, Selasa (4/12/2018).

Dua senator utama dari Partai Republik menyatakan laporan CIA itu justru memperkuat keyakinan bahwa Pangeran Mohammed atau kerap disapa MBS memang mengarahkan eksekusi Khashoggi.

Baca juga: Kasus Khashoggi: Pesan yang Disadap CIA Ungkap Dugaan Keterlibatan MBS

Pernyataan itu bertentangan dengan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menolak kesimpulan CIA.

"Tak perlu dipertanyakan bahwa putra mahkota mengarahkan pembunuhan itu dan terus memantau situasi yang ada," kata Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Corker, seperti diwartakan AFP.

"Jika MBS berada di depan juri sidang, dia akan dihukum dalam waktu kurang dari 30 menit," imbuhnya.

Rekan senatornya dari Partai Rebuplik, Lindsey Graham, mendesak Trump mengambil sikap keras terhadap Saudi.

Dia bahkan menyebut MBS sebagai seseorang yang gila dan bola besi penghancur yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi pada tingkat tertinggi.

Graham menyebut MBS telah menempatkan hubungan AS-Saudi yang telah terjalin beberapa dekade kini dalam bahaya.

"Jika pemerintah Saudi akan berada di tangan pria ini (MBS), saya merasa sangat sulit untuk dapat melakukan banyak urusan, karena saya pikir dia gila dan berbahaya," ucapnya.

Sementara itu, senator dari Partai Demokrat juga menyampaikan reaksi serupa usai bertemu dengan CIA.

Baca juga: Di Pesan WhatsApp, Jamal Khashoggi Sebut MBS sebagai Binatang Buas

"Saya sekarang lebih yakin daripada sebelumnya, dan saya cukup yakin sebenarnya AS harus merespons kuat terhadap perang di Yaman dan pembunuhan Khashoggi," ujar Bob Menendez dari Partai Demokrat.

Seperti diketahui, sejumlah surat kabar AS termasuh The Wall Street Journal melaporkan bahwa CIA mengantongi bukti MBS bertukar 11 pesan singkat dengan orang dekatnya, Saud al-Wahtanu, yang diduga mengawasi pembunuhan itu.

Beberapa bukti yang paling penting lainnya adalah rekaman audio yang diperoleh oleh otoritas Turki dan telah dibagikan kepada beberapa negara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X