Turki Ungkap "Kurir" Saudi dalam Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi - Kompas.com

Turki Ungkap "Kurir" Saudi dalam Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kompas.com - 06/12/2018, 21:16 WIB
Inilah Ahmed Abdullah al-Muzaini, sosok yang disebut sebagai kurir dalam kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Foto kiri ketika dia kembali dari Riyadh pada 1 Oktober.via Hurriyet Inilah Ahmed Abdullah al-Muzaini, sosok yang disebut sebagai kurir dalam kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Foto kiri ketika dia kembali dari Riyadh pada 1 Oktober.

ANKARA, KOMPAS.com - Otoritas Turki dilaporkan berhasil mengungkap sosok kunci dalam kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Kolumnis Hurriyet Abdulkadir Selvi dalam tulisannya Kamis (6/12/2018), sosok itu berperan sebagai " kurir" atau penghubung antara Riyadh dan Istanbul.

Sosok itu diidentifikasi sebagai Ahmed Abdullah a-Muzaini, dan berperan sebagai "kepala departemen intelijen" di Konasulat Saudi di Istanbul.

Baca juga: Adik MBS Kembali ke AS di Tengah Mencuatnya Kasus Khashoggi

Selvi mengatakan, Muzaini disebut sebagai sosok di tengah lalu lintas yang berhubungan dengan kasus pembunuhan Khashoggi.

Awalnya, Khashoggi pergi ke Konsulat Istanbul pada 28 September untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Dalam tulisan Selvi, sejak Khashoggi masuk untuk pertama kalinya ke konsulat untuk mengurus dokumen, proses itu ditangani sepenuhnya oleh Muzaini.

Khashoggi diberi tahu untuk kembali mengambil dokumennya pada 2 Oktober. Setelah itu Muzaini terbang ke Riyadh pada 29 September.

"Dia bertemu Wakil Kepala Intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri yang saat itu sudah membentuk tim untuk membunuh Khashoggi," kata Selvi.

Setelah pertemuan itu, Muzaini kembali ke Istanbul pada 1 Oktober, sehari sebelum tim eksekutor beranggotakan 15 orang tersebut tiba.

"Muzaini meninggalkan Istanbul pada 2 Oktober pukul 21.35 waktu setempat. Beberapa jam setelah Khashoggi dibunuh," tulis Selvi.

Kantor Jaksa Penuntut Istanbul mengajukan permintaan penahanan kepada Assiri dan Saud al-Qahtani, penasihat Saudi bidang informasi.

Baik Assiri dan Qahtani dilaporkan merupakan staf terdekat dari Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ( MBS).

Sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui Khashoggi dibunuh dan jenazahnya dimutilasi di dalam gedung konsulat pada 2 Oktober.

Riyadh mengumumkan telah menangkap 21 orang, dengan lima di antaranya dituntut hukuman mati. Adapun Qahtani dan Assiri dilaporkan telah dipecat.

Namun hingga saat ini, tidak jelas apakah mereka juga mendapat tuduhan melakukan pembunuhan kepada jurnalis 59 tahun tersebut.

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi, Turki Berniat Menangkap Dua Sekutu MBS


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X