Menlu Turki: 7 Menit Rekaman Pembunuhan Khashoggi Sangat Menjijikkan - Kompas.com

Menlu Turki: 7 Menit Rekaman Pembunuhan Khashoggi Sangat Menjijikkan

Kompas.com - 27/11/2018, 18:41 WIB
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

ANKARA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengaku telah mendengarkan rekaman pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Kepada harian Jerman Sueddeutsche Zeitung via London Evening Standard Selasa (27/11/2018), Cavusoglu menyebut rekaman itu menjijikkan.

Baca juga: Pelaku Mutilasi Jurnalis Arab Saudi Sambil Mendengarkan Musik

"Saya sudah mendengarkannya. Khashoggi dibunuh dalam waktu tujuh menit. Jelas itu sebuah pembunuhan berencana," ucap Cavusoglu.

Dia kemudian mengatakan terdapat rekaman di mana ada seorang dokter forensik yang menyuruh pelaku lain untuk mendengarkan musik.

Musik itu diputar ketika dokter forensik tersebut mulai memotong jenazah Khashoggi. "Dia sepertinya menikmatinya. Sangat menjijikkan," ujar Cavusoglu.

Jika merujuk kepada laporan yang berkembang pertengahan Oktober, diduga dokter forensik itu bernama Salah al-Tubaigy.

Khashoggi, kolumnis The Washington Post, tewas dicekik dan jenazahnya dimutilasi oleh tim beranggotakan 15 orang pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Istanbul.

Jenazah Khashoggi tidak ditemukan meskipun otoritas penegak hukum mencari di konsulat, kediaman Konsul Jenderal Saudi, hingga hutan di Istanbul.

Sumber dari penyelidik Turki menerangkan, ada kemungkinan jenazah jurnalis berusia 59 tahun itu dilenyapkan menggunakan cairan asam.

Pemberitaan di Turki mengemukakan penyelidik menemukan adanya jejak cairan asam beserta bahan kimia lain di saluran air konsulat dan kediaman konsul jenderal.

Setelah menyangkal, Riyadh akhirnya mengaku Khashoggi dibunuh dan jenazahnya dimutilasi, serta menegaskan MBS tak terlibat dalam kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan seorang pembelot Saudi, Khashoggi dikenal sebagai pengkritik pemerintah, dan pernah membandingkan MBS dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah pembunuhan datang dari otoritas tertinggi, namun bersikeras Raja Salman tak terlibat.

Baca juga: Kasus Khashoggi: Vila yang Digeledah Polisi Diduga Milik Teman MBS


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X