Kompas.com - 14/11/2018, 14:39 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat meminta Rusia membantu pembebasan jurnalis Austin Tice, yang diculik di Suriah sekitar enam tahun lalu.

Diwartakan VOA News, Selasa (13/11/2018), utusan khusus kepresidenan urusan penyanderaan, Robert O'Brien, mengatakan Presiden Donald Trump akan mempertimbangkan sejumlah langkah untuk memfasilitasi pembebasan, apabalia Rusia berkenan membantu.

O'Brien tidak menjelaskan lebih lanjut langkah tersebut.

Baca juga: Yordania Pertimbangkan untuk Menutup Kamp Pengungsi Suriah di Perbatasan

"Kami terus melanjutkan seruan kepada Rusia untuk menggunakan pengaruh mereka terhadap Suriah, guna mmebawa Austin pulang," katanya.

Sementara itu, pemerintah Suriah mengaku tidak mengetahui keberadaan Tice.

O'Brien tidak menanggapi pernyataan mengapa Trump tidak membuat pernyataan publik tentang Tice, seperti kasus penyekapan warga AS lainnya di Turki, Korea Utara, dan Iran.

Meski tidak mengungkapkan siapa pelaku penyekapan terhadap Tice, dia menyalahkan Iran atas penahanan sejumlah warga AS dan karena tidak membantu kasus hilangnya Tice.

"Iran tidak membantu, dan mereka terlibat kuat di Suriah," tuturnya.

O'Brien mengatakan, meski telah bertemu dengan orangtua Tice dan Dubes AS untuk PBB Nikki Haley sudah digelar, namun perlu bantuan negara lain untuk menekan Suriah.

ABC News melaporkan, pemerintah AS meyakini Tice masih hidup meski tidak pernah diketahui keberadaannya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.