Yordania Pertimbangkan untuk Menutup Kamp Pengungsi Suriah di Perbatasan - Kompas.com

Yordania Pertimbangkan untuk Menutup Kamp Pengungsi Suriah di Perbatasan

Kompas.com - 09/11/2018, 21:02 WIB
Pengungsi Suriah mengantre untuk mendapatkan vaksinasi di kamp al-Rukban, di perbatasan Yordania.AFP / HANDOUT / SYRIAN ARAB RED CROSS Pengungsi Suriah mengantre untuk mendapatkan vaksinasi di kamp al-Rukban, di perbatasan Yordania.

AMMAN, KOMPAS.com - Pemerintah Yordania menggelar pembicaraan dengan AS dan Rusia dalam upayanya untuk menutup kamp pengungsian yang ada diperbatasan wilayahnya dengan Suriah.

Kementerian Luar Negeri Yordania, pada Kamis (8/11/2018), menyebut ingin mencari solusi untuk kamp di al-Rukban, yang menjadi rumah bagi sekitar 50.000 pengungsi Suriah, termasuk banyak perempuan dan anak-anak.

"Pembicaraan antara Yordania dengan AS dan Rusia telah dimulai dengan tujuan ingin mencari solusi mendasar bagi Rukban dengan memastikan kondisi yang tepat dari kembalinya para pengungsi secara sukarela ke kota dan kampung halaman mereka."

"Yordania mendukung rencana Rusia untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk dilakukannya pengosongan kamp," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Majed al-Qatameh, dilansir dari The New Arab.

Baca juga: Tiga Tahun Ditutup, Perbatasan Yordania-Suriah Kembali Dibuka

Rusia menawarkan kepada pengungsi untuk kembali ke rumah mereka di Suriah timur yang telah kembali dikuasai oleh rezim pemerintah Bashar al-Assad.

Sementara para mantan anggota pemberontak kemungkinan akan mencari perlindungan ke daerah-daerah oposisi di wilayah utara Suriah.

Namun pada kepala suku di kamp mengatakan, warga masih ragu untuk kembali ke Suriah karena khawatir akan dipaksa mengikuti wajib militer.

Kamp pengungsian di Rukban terletak di dekat jalan utama yang menghubungkan Baghdad dengan Damaskus dan berada di antara berbatasan Suriah, Irak dan Yordania.

Wilayah Rukban baru-baru ini menerima pasokan bantuan setelah sebelumnya sempat dikepung oleh pasukan rezim, yang menyebabkan beberapa kematian akibat kelaparan dan penyakit.

Pengepungan diperkirakan dilakukan sebagai upaya rezin Suriah untuk menekan AS yang menjalankan kamp militer di al-Tanf.

Pengepungan baru berakhir setelah koalisi pimpinan AS melancarkan serangan udara dan memukul mundur pasukan rezim.

Baca juga: Israel dan Yordania Klaim Bunuh Anggota ISIS yang Diusir Suriah



Close Ads X