Penembakan di Bar California, 12 Tewas Termasuk Pelaku

Kompas.com - 08/11/2018, 18:39 WIB
Para penegak hukum berjaga di sekitar Borderline Bar and Grill di Thousand Oaks, California, saat terjadi penembakan massal yang menewaskan 12 orang termasuk pelaku pada Rabu (7/11/2018).EPA via BBC Para penegak hukum berjaga di sekitar Borderline Bar and Grill di Thousand Oaks, California, saat terjadi penembakan massal yang menewaskan 12 orang termasuk pelaku pada Rabu (7/11/2018).

THOUSAND OAKS, KOMPAS.com - Dilaporkan 12 orang tewas dalam insiden penembakan massal yang terjadi di bar California, Amerika Serikat (AS).

Sheriff Geoff Dean menuturkan, di antara 12 orang yang tewas terdapat seorang sersan sheriff yang datang setelah laporan penembakan muncul di Thousand Oaks.

Baca juga: Penembakan Massal Terjadi di Bar California, 6 Orang Terluka

Sersan sheriff yang terbunuh itu bernama Ron Helus. Ayah satu anak berusia 29 tahun yang seharusnya bakal pensiun pada 2019 mendatang.

"Kami juga menemukan pelaku tewas," tutur Dean dalam insiden yang terjadi di Borderline Bar and Grill pada Rabu (7/11/2018) tersebut.

Diwartakan BBC dan AFP, 10-12 orang juga dikabarkan terluka di bar yang berlokasi sekitar 65 kilometer di barat laut Los Angeles itu.

Juru bicara Kantor Sheriff Ventura County Eric Buschow berkata, pelaku mulai menembak ketika anggotanya datang ke lokasi kejadian.

"Saat itu adalah situasi penembakan aktif. Kami masih belum mengetahui identitas pelaku, maupun motif yang melatarbelakangi aksinya," ujarnya.

Wali Kota Thousand Oaks Andy Fox kepada CNN menyatakan dia telah menerima informasi soal penembakan massal tersebut, dan memuji reaksi cepat para penegak hukum.

Dia mengklaim Thousand Oaks sebagai salah satu kota paling aman di AS. "Realitanya adalah insiden ini bisa terjadi di manapun dan kapanpun," bebernya.

Penembakan di Borderline Bar terjadi pukul 23.20 waktu setempat. Saat itu, sedang berlangsung konser musik country yang dihadiri 200 orang.

Dia sempat melemparkan granat asap ke dalam bar sebelum melakukan penembakan menggunakan senapan semi-otomatis, dan masih terus menembak tatkala polisi datang.

Baca juga: Trump Ingin Pelaku Penembakan Massal Sinagoge di AS Dihukum Mati



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X