Meski Legal, Korea Selatan Larang Warganya di Kanada Konsumsi Ganja

Kompas.com - 23/10/2018, 22:57 WIB
Ilustrasi ganja ThinkstockIlustrasi ganja

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan menegaskan kepada warga negaranya untuk tidak mengkonsumsi ganja di mana pun mereka berada, meski di Kanada, di mana zat psikotropika itu telah dilegalkan.

Kanada telah melegalkan ganja untuk tujuan rekreasional pada 17 Oktober lalu, menjadikannya negara kedua yang mengambil langkah tersebut, setelah Uruguay.

Namun demikian, kepolisian Korea Selatan berulang kali memperingatkan warganya untuk tidak ikut ambil bagian dalam euforia legalisasi ganja di Kanada tersebut.

Diberitakan Korea Times, hukum Korea berlaku untuk seluruh warga Korea di mana pun mereka berada. Warga Korea yang mengisap ganja di negara mana pun akan tetap dihukum sesuai dengan hukum Korea.

Baca juga: Meski Sudah Dilegalkan, Harga Ganja di Kanada Masih Dianggap Mahal

"Warga Korea yang merokok ganja akan dihukum sesuai dengan hukum Korea, bahkan jika mereka melakukannya di negara-negara di mana merokok ganja dilegalkan."

"Tanpa ada pengecualian," kata Yoon Se-jin, kepala divisi investigasi kejahatan narkotika di biro kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu.

Hukum dan undang-undang Korea Selatan didasarkan pada konsep bahwa undang-undang yang dibuat di Seoul masih berlaku untuk warga Korsel di mana pun mereka berada, bahkan saat di luar negeri.

Secara teknis, hukuman akan tetap dapat dijatuhkan kepada mereka ketika mereka kembali ke Korea Selatan.

Undang-undang Korea Selatan mengancam warganya yang merokok ganja dengan hukuman maksimal lima tahun penjara.

Dan Korsel dikenal sangat ketat dalam menerapkan undang-undang narkoba mereka, bahkan untuk jumlah yang kecil, dan siapa pun pelakunya.

Seringkali selebritis maupun tokoh publik yang tertangkap basah mengisap ganja akan disorot media dan didesak melakukan permintaan maaf kepada publik.

Melansir AFP, para pejabat berupaya menjaga citra Korea Selatan sebagai negara bebas narkoba. Hanya sekitar 12.000 penangkapan terkait penggunaan narkoba yang dilakukan pada 2015, dari total 50 juta penduduk.

Kendati ada ketegasan terhadap warga, namun belum ada rincian bagaimana mereka dapat diketahui telah mengkonsumsi ganja atau tidak saat di luar negeri.

Baca juga: Resmi Legal, Toko-toko Ganja di Kanada Kehabisan Stok

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X