Tunangan Jurnalis Saudi yang Hilang di Istanbul Minta Bantuan Trump

Kompas.com - 10/10/2018, 11:31 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di acara Generation Next, sebuah Forum Gedung Putih yang menghadirkan kaum milenial dan pejabat pemerintah pada Kamis (22/3/2018), di Washington DC. (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di acara Generation Next, sebuah Forum Gedung Putih yang menghadirkan kaum milenial dan pejabat pemerintah pada Kamis (22/3/2018), di Washington DC. (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Arab Saudi yang hilang Jamal Kashoggi, meminta bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dia berharap Trump mengupayakan pengungkapan atas apa yang terjadi pada Kashoggi yang hilang setelah masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada pekan lalu,

Cengiz menyampaikan seruan tersebut melalui tulisan opini di surat kabar The Washington Post.

Baca juga: Inggris Peringatkan Saudi soal Hilangnya Jurnalis di Istanbul

Melansir AFP, Rabu (10/10/2018), dia yakin dengan kemampuan otoritas Turki dalam menyelidiki kasus itu. Namun, dia juga meminta bantuan Trump.

"Pada saat ini, saya memohon kepada Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump untuk membantu menjelaskan hilangnya Jamal," tulisnya.

Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
Selain itu, dia juga mendesak kepada pemerintah Saudi merilis rekaman CCTV dari gedung konsulat.

"Saya juga mendesak Arab Saudi, terutama Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk menunjukkan kepekaan yang sama dan merilis rekaman CCTV dari gedung konsulat," imbuhnya.

Khashoggi hilang pada Selasa (2/10/2017) untuk mengajukan dokumen pernikahan dengan tunangannya, yang berasal dari Turki.

Baca juga: Turki Sebut Bukti Rekaman CCTV Jurnalis Arab Saudi di Konsulat Hilang

Meskipun dia tahu tulisannya pendapatnya telah memancing amarah pihak tertentu, dia memasuki konsulat tanpa keraguan.

Cengiz menyatakan, setelah tiga jam menunggu ketakutan dan kekhawatiran melingkupi dirinya yang menanti di luar gedung.

Dia tetap yakin, pria yang dicintainya itu masih hidup, meski harapan memudar setiap harinya. Pada Senin lalu, Trump telah menyatakan keprihatinan atas kasus yang menimpa Khashoggi.

"Saya prihatin. Saya tidak suka mendengar tentang itu. Mudah-mudahan akan terselesaikan dengan sendirinya," ujarnya.

Baca juga: Selidiki Dugaan Korupsi, Jurnalis Bulgaria Diperkosa dan Dibunuh

Sementara, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait nasib Khashoggi.

Polisi Turki juga mencari kemungkinan Khashoggi diculik. Di sisi lain, otoritas Saudi menyebut, pria itu sudah meninggalkan gedung konsulat usai kunjungannya.

Khashoggi meninggalkan tanah airnya pada September 2017 dan telah tinggal di pengasingan di AS, di mana dia mengajukan permohonan untuk kewarganegaraan AS.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X