Indonesia dan Vietnam, Siapa yang Ketinggalan?

Kompas.com - 08/10/2018, 11:27 WIB
Ilustrasi lalu lintas kota Hanoi. AsphaltandrubberIlustrasi lalu lintas kota Hanoi.

PRESIDEN Donald Trump telah mengubah tatanan permainan global, melalui beragam cara. Meskipun Asia Tenggara jarang muncul di agendanya, inisiatif “perang dagang”-nya bisa saja mengatur ulang alur manufaktur global dan rantai pasokan yang penting, di mana eksportir mulai memilih meninggalkan China untuk mengurangi risiko.

Untuk tiga raksasa ASEAN – Indonesia, Filipina, dan Vietnam – masing-masing dengan populasi lebih dari 90 juta, ini merupakan kesempatan yang besar. Pada dasarnya, tiga negara ini bersaing untuk menarik investasi di industri dan tenaga kerjanya. Saat ini, Vietnam-lah yang paling berhasil.

Samsung – produsen smartphone terbesar di dunia – telah berinvestasi lebih dari 17 miliar dollar AS di Vietnam, berkontribusi hampir seperempat dari total ekspor Vietnam yang mencapai 214 miliar dollar AS di 2017.

Baca juga: Made in Vietnam, Istilah Global yang Baru

Dua pabriknya – di Bac Ninh dan Thai Nguyen di luar ibu kota Hanoi – terlihat seperti kota kecil yang tersebar sepanjang daratan Sungai Merah (Red River). Fasilitasnya pun skala raksasa – dipenuhi oleh lebih dari 149.000 pekerja.

Jadi, ketika prospek relokasi industri-industri secara massal dari China yang semakin mahal makin menjadi kenyataan, siapakah yang akan mengambil keuntungan di antara ketiga negara tersebut?

Filipina sayangnya tertinggal di aspek infrastruktur. Biaya listrik yang mahal dan birokrasi yang terkenal kompleks menjadikannya pesaing terakhir.

Vietnam-lah yang memimpin. Di 2017 saja, negara tersebut berhasil menarik investasi asing langsung (FDI) sebesar 35,88 miliar dollar AS. Sebagai perbandingan, Indonesia yang memiliki populasi tiga kali lebih besar, hanya bisa menarik 32,34 miliar dollar AS.

Dalam pikiran saya, ada empat isu utama yang menentukan daya saing sebuah negara.
Yang pertama, adalah pendidikan. Ketiga negara memiliki jutaan tenaga kerja yang muda.

Tantangannya sekarang adalah mencocokkannya dengan kebutuhan industri. Meskipun Indonesia dan Vietnam menghasilkan lebih dari 100,000 insinyur tiap tahunnya, kecocokannya sering dipertanyakan.

Memang jelas, ada kekurangan insinyur untuk dua sampai lima tahun ke depan. Menurut Persatuan Insinyur Indonesia, industri tersebut akan membutuhkan tambahan 280.000 insinyur pada 2023.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X