"Made in Vietnam", Istilah Global yang Baru

Kompas.com - 06/08/2018, 07:00 WIB
Kota Danang dengan cepatnya dipenuhi dengan gedung tinggi. Di tahun 2017. Produk Samsung telah menghasilkan 227 miliar dollar AS kepada ekspor Vietnam, termasuk besi dan mebel yang juga sangat diutamakan. Ong Kar Jin for CeritalahKota Danang dengan cepatnya dipenuhi dengan gedung tinggi. Di tahun 2017. Produk Samsung telah menghasilkan 227 miliar dollar AS kepada ekspor Vietnam, termasuk besi dan mebel yang juga sangat diutamakan.

LUPAKAN “Made in China”, sekarang kita punya istilah global yang baru, yakni “Made in Vietnam”.

Negara yang dulu dilanda perang, saat ini berhasil memposisikan diri sebagai pusat manufaktur penting. Satu dari 10 ponsel pintar yang ada di dunia, diproduksi di Vietnam, bahkan mungkin Anda juga sedang membaca artikel ini dari ponsel itu.

Pada 2017, produk-produk Samsung mencakup sekitar seperempat dari ekspor Vietnam yang mencapai 227 miliar dollar AS, yang juga didominasi ekspor besi dan furnitur.

Namun, mereka juga seringkali menambahkan inovasi dengan cara yang mengejutkan, seperti yang Ceritalah temukan di Danang.


Nguyen Ba Hoi tidak memproduksi ponsel pintar atau baja untuk di ekspor. Namun, ia fokus untuk mengembangkan negaranya menjadi sebuah pusat inovasi.

Ia menghabiskan waktunya di beragam “makerspace” – tempat bagi para desainer kreatif, pemikir, dan pengrajin dapat bertemu untuk merancang dan menguji produk-produk baru, yang sedang menjamur di kawasan tersebut.

“Banyak mahasiswa datang ke sini untuk belajar mengenai thermal equation atau membuat alat musik dalam dua jam. Kami juga sedang merancang sebuah alat untuk membantu pasien stroke – saat ini masih dalam tahap purwarupa,” papar Hoi.

Hoi, ayah dua anak ini, membawa saya keliling sebuah makerspace di kampus University of Danang – satu dari dua yang didirikannya pada 2015. Area tersebut dipenuhi oleh printer 3D, pemotong laser, dan beragam peralatan yang dapat diimpikan oleh penggemar teknologi.

Namun perjalanan hidupnya tidak selalu semudah ini. “Kedua orangtua saya adalah guru SD dan petani di paruh waktunya. Mereka memelihara ternak babi… pendapatan mereka sangat rendah,” kata Hoi.

Hoi lahir di sebuah desa di daerah Binh Lanh, Provinsi Quang Nam, di bagian tengah Vietnam yang memiliki populasi lebih dari 1,4 juta. Tempat tersebut masih terlihat sederhana, jalan hanya satu jalur dengan toko-toko satu lantai yang dikelilingi oleh bukit dan hutan yang tak kunjung habis.

Nguyen Ba Hoi (kiri) memperlihatkan kepada Karim Raslan bermacam gawai di Ruang Kreasi yang digunakan untuk menemukan susunan produk.Mai Duong for Ceritalah Nguyen Ba Hoi (kiri) memperlihatkan kepada Karim Raslan bermacam gawai di Ruang Kreasi yang digunakan untuk menemukan susunan produk.
“Saya lahir di daerah yang sangat miskin… Saya datang ke Danang untuk kuliah dan kerja keras, agar dapat membantu orangtua. Berat saya dulu hanya 38 kg dan saya hanya tidur empat jam sehari agar punya waktu untuk belajar Bahasa Inggris… Saya ingin pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi saya,” lanjut Hoi.

Setelah memeroleh sarjana di bidang teknik elektro dari University of Danang, Hoi menempuh studi S2 di bidang microelectronics di Asian Institute of Technology Thailand. Ia kemudian pindah ke Munich dan terlibat dalam merancang sebuah sistem kotak hitam untuk Mercedes Benz.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X